Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman

Majelis

Rabu, 29 Oktober 2014

Washliyah Perlu Sambut Ide Jokowi Tentang Poros Kelautan

Munthe Litbang Majelis

mun`im-aw-1
Foto- Abdul Mun`im SH MH

PANDANGLAH matra laut,  lihatlah wajah nusantara ada disana. Di era saat ini,  kiranya semua warga Al Washliyah terutama para pemikir di kampus dan di masyarakat, beserta pemuda Al Washliyah perlu menyambut ide besar dari Presiden Indonesia Jokowi yang baru terpilih untuk periode 2014-2019, tentang memanfaatkan potensi kelautan Indonesia dan ikut membuat konsep pemikiran tentang hal itu. Perlu kita sadari bahwa sebagian dari anggota Al Washliyah hidup di pesisir dengan mata pencahariannya melaut.

Jauh sebelum Presiden Jokowi kampanye, menghidupkan istilah poros laut atau di laut kita jaya, kebetulan saya punya pemikiran sebagaimana saya dengar dari para ahli bahwa ke depan laut akan lebih berperan untuk manusia. Itu salah satu yang sering saya ingatkan dan nasehatkan kepada anak-anak di rumah serta  saya sarankan agar mereka ikut mendalami tentang kelautan, Alhamdulillah  sekarang diantara mereka ada yang sedang menekuni tentang hukum laut.

Lihatlah matra darat, di darat sudah mulai padat dihuni manusia. Dunia terancam krisis makanan, minyak dan air bersih, itu semua ada di laut. Lebih dari itu laut bisa dipakai untuk tempat lalu lintas manusia dan barang, tempat rekreasi, bahkan menjadi tempat tinggal dan perkantoran. Darat sudah mulai penuh sesak dipadati oleh penduduk dan kendaraan, apalagi di kota-kota terutama Jakarta. Daratan kini sudah semakin terancam lahannya. Daerah subur kini diantaranya sudah berubah menjadi gedung, bangunan infrastruktur, taman, untuk bangunan pabrik, pertambangan, pembuangan sampah dan sarana kehidupan lainnya.

Indonesia adalah negara anugerah, baik masa kini dan yang akan datang. Pada masa kini kita pakai lahan darat, sedikit ke laut, tapi pada masa mendatang kita perlu memanfaatkan laut, Indonesia punya cadangan lahan laut yang lebih besar 2/3 dari daratan Indonesia. Kalau di darat perlu perluasan maka pantaipun masih bisa di uruk untuk perluasan darat, sebagaimana halnya dilakukan oleh Singapura negara tetangga kita.

Mengingat pentingnya peran laut yg makin diberdayakan oleh masyarakat dunia, bahkan diantaranya disengketakan antar negara karena perannya yg besar ke depan, maka di era sekarang ini mari kita mulai membagi perhatian untuk ikut memikirkan dan merumuskan tentang pemanfaatan kelautan serta ikut menjaganya agar jangan diambil atau dimanfaatkan orang lain tanpa keuntungan buat Indonesia.

Kehidupan para nelayan diantaranya ada warga Al Washliyah, pada umumnya cukup memprihatinkan, banyak diantara rumah mereka mau roboh tidak terganti, anak-anak sejak kecil terpaksa harus ikut melaut membantu orang tua bekerja bahkan diantaranya tidak lagi melanjutkan sekolahnya.

Saingan para nelayan kecil adalah pemilik modal besar seperti halnya petani, jadi banyak sekali diantara mereka hanya menjadi pekerja bagi pemilik modal,  tidak mandiri sebagai nelayan murni seperti zaman dahulu. Hasil tangkapan mereka kadang tidak terjual karena tidak mampu bersaing, mereka yang mencari ikan tapi mereka hanya makan ikan hasil sortiran. Bisakah kita membantu untuk memberdayakan mereka?.

Apakah sepakat dengan ide ini? Mari kita mulai.
Wassalam
Abdul Mun im.


×