Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Kamis, 3 Juli 2014

Terinspirasi Dari Solhiyah Yunus, Abdul Mun’im Turut Mengarang Lagu Al Washliyah


munim-aw
Abdul Mun'im Ritonga

OMAN – Terinspirasi dari Solhiyan Yunus yang mengarang lagu Hymne Al Washliyah, salah satu Ketua PB Al Washliyah juga turut membuat lagu tentang organisasi yang dicintainya. Lagu tersebut diciptakan di tengah kesibukannya sebagai diplomat di Negara Oman. Ketua PB Al Washliyah tersebut ialah Abdul Mun’im Ritonga yang sampai sekarang masih tetap bangga sebagai kader Washliyah.

Lagu baru itu diberinya judul ‘Rindu Al Washliyah’. Dikarangnya lagu itu karena ada kerinduan yang begitu mendalam terhadap organisasi dicintanya ini. Kerinduan itu lalu dituangkannya dalam bentuk bait-bait syair yang akhirnya menjadi sebuah lagu. “Lagu ini dibuat di Muscat, pada Rabu 25 Juni 2014 bertepatan dengan 26 Sya’ban 1435 Hijriah pukul 09.30 waktu Oman atau pukul 12.30 WIB,” terang Mun’im melalui surat elektroniknya. Dalam pembuatan lagu tersebut prosesnya sangat cepat dan hanya butuh waktu kurang dari satu jam. Lagu itu dibuatnya dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Diakui Mun’im, hadirnya lagu Rindu Al Washliyah terinspirasi dari tulisan tentang Salhiyah Yunus pencipta lagu Hymne Al Washliyah di website ini. Tulisan yang dipublikasikan pada 22 Juni itu baru dibacanya tiga hari kemudian. Usai membaca kisah tentang Salhiyah dalam mengarang lagu, Mun’im yang juga kader tulen Al Washliyah ini langsung tergerak hatinya untuk mengarang sebuah lagu. “Langsung saya karangan lagu ini sampai menghasilkan syair dan lirik lagunya,” terang ayah empat anak itu.

Mun’im adalah kader Al Washliyah murni. Ia mengenal organisasi bulan sabit bintang lima ketika bersekolah di SD dan Madrasah Al Washliyah di jalan Mabar, Medan pada 1969. Mun’im kecil memulai karir berwashliyahnya dengan menjadi pengurus Ranting Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) di madrasah itu. Aktivitasnya pun terus lanjut hingga menjadi pengurus PD IPA Kota Medan. “Saat itu Ketua PD IPA adalah Basyirussawal. Lalu saya diangkat menjadi Sekjen Pimpinan Wilayah IPA Sumut saat periode kepemimpinan Hasan Kalbar sebagai ketua,” ceritanya mengingat masa lalu ketika menjadi pelajar Al Washliyah.

Di organisasi ini, Mun’im tidak hanya aktif sebagai pengurus tetapi juga turut serta dalam berbagai perkaderan. Aktivitas perkaderannya dimulai sejak berada di PW IPA Sumut. Saat itu katanya tidak hanya IPA yang aktif dalam perkaderan, tetapi pengurus HIMMAH pun saat sering melaksanakannya. “Masa itu HIMMAH juga sedang aktif-aktifnya melakukan pengkaderan bersama Hasbullah Hadi, Lukman Hakim Hasibuan, Ikhyar, dan lain-lain,” ingatnya.

Abdul Mun’im juga aktif dalam Kegiatan Kursus Kader Da’wah yang diadakan Al Washliyah. Dirinya pernah menjadi ketua rombongan berda’wah ke Tanah Karo di bawah Majlis Penyiaran Da’wah Islam (MPDI) PB Al Washliyah yang kala itu masih berkantor di Medan.

Meskipun kini Abdul Mun’im Ritonga bertugas di luar negeri. Berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, namun rasa cintanya kepada organisasi tidak pernah lekang. Bahkan rasa cinta itu berwujud menjadi rasa rindu yang dalam kepada organisasi yang telah membesarkannya. “Saya adalah seorang kader Al Washliyah yang sudah lama tinggal di luar negeri. Silih berganti dari satu negara ke negara lain, sejak tahun 1990 sampai ditulisnya lagu ini,” jelas Mun’im.

Meski dirinya selalu berada di luar Indonesia, namun Abdul Mun’im tetap aktif menjadi pengurus Al Washliyah. Saat ini dirinya tercatat sebagai Ketua PB Al Washliyah Bidang Luar negeri. Sebelum naik ke PB Al Washliyah, ia aktif menjadi pengurus Al Washliyah DKI Jakarta. “Saat berada di Jakarta saya ikut menjadi penggerak kegiatan reformasi Al Washliyah sampai terlaksananya Muktamar Al Washliyah ke 20 pada tahun 2010,” ungkapnya. Dalam muktamar ke 20 itu dirinya didaulat sebagai salah satu Pimpinan Sidang. Usai muktamar Abdul Mun’im pun diangkat menjadi Ketua PB Al Washliyah Bidang Luar Negeri periode 2010-2015.

(mrl)

Inilah lagu Rindu Al Washliyah karya Abdul Mun’im Ritonga

Judul: Rindu Al Washliyah
Karya: Abdul Mun’im Ritonga

HIDUPKU SELALU DI RANTAU
DI NEGARA YANG JAUH
MESKIPUN BANYAK SUDAH PEMANDANGAN
NAMUN WASHLIYAH SLALU KU KENANG

MESKIPUN BANYAK SUDAH PEMANDANGAN
NAMUN WASHLIYAH SLALU KU KENANG

WASHLIYAH SLALU DI HATIKU
DI SANA TEMPATKU MENCARI ILMU

TEMPAT BERJIHAD DAN BERJUANG
BERSAMA TEMAN-TEMAN SEIMAN

TEMPAT BERJIHAD DAN BERJUANG
BERSAMA TEMAN-TEMAN SEIMAN

Reff.
ALANGKAH INDAHNYA AL WASHLIYAH
TIDAK AKAN PERNAH TERLUPAKAN

DI SANAKU DAPATKAN PERSAUDARAAN
SAMBILKU TEBARKAN KENANGAN

DI SANAKU DAPATKAN PERSAUDARAAN
SAMBILKU TEBARKAN KENANGAN

ALANGKAH INDAHNYA AL WASHLIYAH
TIDAK AKAN PERNAH TERLUPAKAN
DI SANAKU DAPATKAN PERSAUDARAAN
SAMBILKU TEBARKAN KENANGAN

DI SANAKU DAPATKAN PERSAUDARAAN
SAMBILKU TEBARKAN KENANGAN

***


Populer

×