Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Kamis, 5 Juni 2014

Da’i Al Washliyah Muhammad Idris Batubara, Seorang Administrator Yang Baik (Bag. 4)


Ust Idris Bersama Atase Arab
Ustadz H.M Idris Batubara bersama tamunya dari atase Arab Saudi melihat kondisi Pulau Siberut.

PADANG – Berkat dakwah yang dilakukan Idris maka banyaklah warga pulau yang menyatakan diri masuk Islam. Semua yang masuk Islam tidak ada yang dipaksa Idris. Ratusan orang telah diislamkan putra Batubara tersebut. Semua yang telah mengucapkan syahadat dicatat secara rapi. Dari daftar muallaf yang diketik rapi sudah banyak orang yang dibimbingnya mengucap dua kalimat syahadat.

Ada sebuah cerita ketika seorang dokter lelaki ingin menyatakan keislamannya. Dokter ini bertugas di rumah sakit di pulau itu. Dan ustad idris sudah lama berhubungan baik dengan si dokter. Dokter pun sangat hormat dan simpati kepada ustadz Idris. Lambat laun ia pun tertarik dengan ajaran Islam dan ingin menjadi muallaf.

Ketika masyarakat mengetahui akan ada dokter yang mau masuk Islam, mereka mengatakan kepada ustadz Idris agar dibuat semacam pesta kecil untuk itu. Alasan warga karena yang akan masuk Islam itu adalah seorang terpelajar dan dokter di kampung itu. Maka sepantasnya bila diadakan sebuah pesta. Hal ini karena rasa gembira warga setempat.

Ustadz Idris dari awal menolak keinginan warganya. Menurut ustadz tidak perlu dibuat pesta dalam rangka masuk Islamnya si dokter. “Kita harus menjagakan perasaan keluarga dari pihak isterinya. Karena bila dibuat pesta maka akan membuat malu keluarga mereka,” kata Ustadz memberi pengertian kepada jamaahnya.

Namun karena semangat yang tinggi, maka ustadz tidak sanggup mencegah keinginan tersebut. Ketika keluarga si dokter mengetahui akan ada pesta untuk mensyukuri masuk Islamnya dokter, maka keluarga itu lalu mengintimidasi si dokter. Dan akhirnya dokter itu pun mengurungkan niatnya untuk memeluk Islam. Prediksi ustad Idris pun akhirnya terbukti.

Murid AW Mentawai
Foto: Siswa-siswi madrasah Al Washliyah tengah mengikuti pelajaran.

Kian hari kian bertambahlah warga yang memeluk Islam. Setiap ada warga yang memperoleh hidayah, Idris selalu mencatatnya secara lengkap. Dari daftar nama warga yang telah masuk Islam selalu dilaporkannya kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan untuk ditandatangani. Hal ini penting agar dapat diketahui berapa populasi umat Islam saat itu.

Administrasi yang dibuatnya sangat rapi. Ia memiliki semua nama orang yang masuk Islam sejak yang pertama hingga yang terakhir. Semua tercatat dengan baik dan rapi dalam daftar penduduk yang memeluk Islam. Putra kedua Idris mengatakan rencananya daftar pemeluk Islam itu akan diketik ulang sehingga terlihat lebih rapi lagi.

Ustadz Idris begitu sangat dihormati dan ramah dengan penduduk sekitar. Hal ini terbukti dengan tidak adanya konflik terkait SARA selama beliau berdakwah. “Ayah selalu menyapa setiap orang yang lewat di depannya. Siapapun pasti disapanya,” kata Usman. Keramahan ini yang membuat Ustadz Idris bisa diterima semua pihak. Namun begitu tetap saja ada satu dua orang yang tidak senang dengan kegiatan beliau.

Bersambung.

Da’i Al Washliyah Muhammad Idris Batubara Merajut Cinta Di Medan Dakwah (Bag. 5)

(mrl)


Populer

×