Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Sabtu, 30 November 2013

Kantor PB Al Washliyah Akan Jadi Pusat Pergerakan Islam


Yahya Tanjung
Sesepuh Al Washliyah Yahya Tanjung memulai peletakan batu pertama pembangunan kantor PB Al Washliyah di Jakarta Pusat.

JAKARTA – Pembangunan gedung kantor Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) merupakan sebuah jihad. Karena gedung yang hendak dibangun nantinya akan menjadi sebagai pusat pergerakan, dakwah dan pendidikan bagi ormas Islam Al Washliyah. Pernyataan ini dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah Yusnar Yusuf, MS sesaat sebelum peletakan batu pertama pembangunan kantor PB Al Washliyah di Jalan Jenderal A. Yani Rawasari, Jakarta Pusat Sabtu (30/11)pagi.

Menurutnya, sejak ormas Islam ini memindahkan pengurus besarnya ke Jakarta pada 1986, Al Washliyah belum pernah memiliki sekretariat yang devinitif. Ditambahkannya, pembangunan kantor ini akan menjadi tanggung jawab seluruh pengurus Al Washliyah secara umum.

Ketum Peletakan batu
Ketum PB Al Washliyah Yusnar Yusuf, MS meletakan batu pembangunan kantor PB Al Washliyah pada urutan yang terkahir.

“Meskipun secara historis pembangunan gedung ini merupakan tanggung jawab pengurus besar melalui panitia pembangunan. Tetapi secara moral pembangunan ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai saksi hidup peletakan batu pertama,” tuturnya di hadapan pengurus Al Washliyah.

Ketua Umum PB Al Washliyah berharap pembangunan kantornya tersebut bisa dilakukan secara cepat. “Semoga tidak sampai dua belas bulan kantor ini bisa selesai,” harap Yusnar yang disaksikan beberapa pengurus wilayah Al Washliyah seperti Provinsi Sumut, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Bahkan Ketum PB Al Washliyah ini meminta dengan takzim kepada sesepuh Al Washliyah dari Medan, Sumatera Utara Yahya Tanjung untuk memulai meletakan batu pertama pembangunan. “Kami mintakan kepada senior kita bapak Yahya Tanjung untuk terlebih dahulu meletakan batu pertama dan selanjutnya diikuti ketua panitia pembangunan lalu diikuti yang lain. Tentu Bapak Yahya lebih ikhlas dibanding saya,” pintanya.

Usai Peletakan Batu
Usai peletakan batu pertama para pengurus Al Washliyah sempat diabadikan.

Yusnar Yusuf memilih untuk terakhir kali meletakan batu pembangunan tersebut. “Saya akan menjadi orang yang terakhir meletakan batu pembangunan ini,” ujar Ketua Umum PB Al Washliyah di atas tanah pembangunan kantor ormas Islam yang tepat berusia 83 tahun di hari tersebut. Peletakan batu pembangunan gedung kantor PB Al Washliyah ini pun dilakukan dengan khidmat dan penuh haru. Satu persatu pengurus organisasi yang berlambang bulan sabit bintang lima ini meletakan batu pembangunan dan bahkan sambil memanjatkan doa kepada Ilahi Rabbi.

(mrl)


  • Muhammed Zein Elhudawy

    Mudah-mudahan pembangunan kantor PB Al Washliyah segera terselesaikan agar dapat segera dimanfaatkan untuk berdakwah di jalan Allah, dan semoga itu bukan menjadi peletakan batu terakhir..

    meletakan batu pembangunan kantor PB Al Washliyah

  • H Djufri Mangkuto

    Ada yang lebih penting lagi yaitu membuat monumen sejarah atau memugar lokasi / gedung Madrasah Islamiyah Tapanuli dimana al Wasliyah berdiri.

  • H Djufri Mangkuto

    Dan mengusulkan nama-nama jalan bergengsi di sekitar kesawan medan dengan 14 nama-nama pendiri Al Wasliyah lengkap dengan code a washliyahnya (AW) agar mudah dikenang umat yaitu 1. Jl. (AW) Abd Rahman Syihab (sudah), 2. Jl. (AW) Syamsuddin, 3. Jl. (AW) Ismail Banda, 4.Jl. (AW) Adnan Nur Lubis, 5. Jl (AW) Sulaiman, 6. Jl. (AW) Yusuf Ahmad Lubis, 7. Jl. (AW), Muhammad. Isa, 8. Jl. (AW) Abdul Wahab (AW), 9. Jl. (AW) Arsyad Thalib Lubis, 10. Jl (AW) HM. Yacub, 11. Jl. (AW) Abdul Malik, 12. Jl (AW) Abdul Aziz Efendi, 13. Jl. (AW) Mohd. Nurdin, 14. Jl (AW) Muhammad Yunus.

  • H Djufri Mangkuto

    Sedangkan usulan nama-nama jalan bergengi yang diganti umumnya disekitar Kesawan atau pusat kota : 1. Jl. Perintis Kemerdekaan (untuk Jl. Arsyad Thal Lubis, sebelum keduluan menjadi Jl. Sitor Situmorang), 2. Jl. Palang Merah, 3. Jl. Pemuda, 4. Jl. Pegadaian, 5. Jl. Kumango, 6. Jl. Kepribadian, 7. Jl. Suka Mulia, 8. Jl. Pulau Pinang, 9. Jl. Perniagaan, 10. Jl. A. Yani II, 11, Jl. A. Yani III, 12. Jl. A. Yani IV, 13. Jl. A. Yani V, 14. Jl.A. Yani VI. dan sebagainya. Sedangkan jalan paling bergengsi di Medan Jl. Stadion Teladan telah keduluan menjadi Jl. GM. Panggabean, padahal disamping stadion ada gedung sekolah al wasliyah dan ex rumah sakit bersalin aw.

  • H Djufri Mangkuto

    Juga termasuk ulama Al. Wasliyah di Meda

  • H Djufri Mangkuto

    Sekalian Juga termasuk ulama Al. Wasliyah di Medan agar diusulkan menjadi nama jalan, seperti H. Azrai Abdul Rauf untuk Jl. Sungai Deli dekat Masjid Maraset Glugur dan Jl. Teladan untuk Jl. Guru Kitab Sibarani. 2 ulama ini cukup berjasa di kota medan.

  • H Djufri Mangkuto

    Nama Madrasah Islamiyah Tapanuli agar tetap dilestarikan namanya untuk madrasah dibelakang Masjid Gang Bengkok Kesawan jika benar MIT dulunya disitu.

Populer

×