Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Senin, 25 November 2013

Dewan Fatwa: PB Al Washliyah Harus Segera Copot Rektor Univa


logo-1-aw

JAKARTA – Dewan Fatwa Al Washliyah meminta Pengurus Besar Al Washliyah segera memberhentikan Rektor Universitas Al Washliyah (Univa) Medan. Permintaan ini menurut dewan fatwa lantaran Rektor Univa telah terindikasi melakukan perbuatan pidana. Demikian disampaikan Ketua Dewan Fatwa Al Washliyah KH. Ridwan Ibrahim Lubis dan Sekretaris KH. Ovied R di Jakarta siang ini.

Menurut KH Ovied, dewan fatwa telah bermusyawarah dan memutuskan dengan meminta PB Al Washliyah segera mengganti rektor Univa karena sudah terlibat kasus pidana korupsi. “Dewan fatwa menilai, Al Washliyah dan segenap komponen didalamnya termasuk universitas, dan lain sebagainya adalah warisan para ulama Al Washliyah untuk menjaga kepentingan umat,” jelas Ovied.

Sebagai penerus cita-cita organisasi maka siapapun yang ada dalam tubuh Al Washliyah untuk selalu menjaga marwah dan martabat organisasi ini. “Jangan sampai citra Al Washliyah rusak karena kepentingan yang bersifat pragmatis yang melanggar etika akhlaq yang tidak sesuai dengan syariat,” tambahnya.

Dewan Fatwa juga meminta kepada PB Al Washliyah untuk tidak segan-segan mencopot siapa pun yang ada di organisasi ini bila terlibat tindak pidana korupsi. “PB Al Washliyah harus segera mencopot pengurus apa saja yang ada di lembaga Al Washliyah di seluruh Indonesia yang sudah terlibat pidana korupsi,” pinta Dewan Fatwa.

Tidak hanya kasus korupsi yang menjadi perhatian lembaga yang menghimpun para ulama dan cendekiawan Al Washliyah ini, tetapi juga segala bentuk perilaku pengurus Al Washliyah yang telah merugikan nama baik organisasi pun harus diberi sanksi tegas bahkan bila perlu di pecat dari Al Washliyah.

(mrl)


  • Hasbullah

    Berita ini kurang tepat untuk di publikasikan, seharusnya ada klarifikasi yang dilakukan oleh Dewan Fatwa ke Unit terkait dgn memperhatikan aturan organisasi yang ada (STATUTA) Univa, selanjutnya mencari solusi yang terbaik utk keberadaan UNIVA Kedepan, cukuplah Dewan Fatwa menyurati PB secara Tertutup, tapi bukan mengumbar berita yang belum tentu posisi yang sebenarnya hanya komentar sepihak dan bisa saja oknum itu sakit hati dengan seseorang…….apakah kita mengutamakan hati seseorang dari pada keberadaan UNIVA kedepan………..Washliyah harus bisa merajuk semua hati warganya yang berseberangan…..terutama sikap Sesepuh Al Washliyah dimanapun berada harus dapat menyatukannya……..dan lakukanlah secara berkeadilan……….Tidak ada manusia diatas dunia ini yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT, kita harus bisa lihat dari segi baik buruknya…………Wasslam Bil Maaf

    • mujaman

      Saya sangat sependapat dengan pak Hasbullah, bahwa situs Kabar Washliyah ini digunakan untuk Silaturrahmi bukan untuk memecah belah. sebab berita ini bukan konsumsi publik karena dapat menimbulkan persepsi yang mengarah kepada perpecahan. Seharus sebagai sesepuh Al Washliyah dapat memberikan pandangan yang lebih profesional dan proporsional. mari kita membangun Univa ini dengan jujur dan ikhlas. mengungkit aib seseorang tidak baik dan berdosa dihadapan Allah SWT. maaf saya bukan menggurui , tapi dengan masuknya berita ini sangat disayangkan sekali…………. wassalam.

  • Amir Makhmud Zain

    Dalam Setiap Universitas Dewan Tertinggi adalah Senat, kalau senat masih memberi kepercayaan terhadap rektor UNIVA….ya trus dilanjutkan…dan dewan fatwa seharusnya tidak perlu sibuk dalam urusan ini…..cukup memikirkan halal dan haram aja….Wasslam Bil Maaf

    • Husni Thamrin

      seingat saya senat nggak pernahlah memberikan kepercayaan kepada Rektor setelah terpidana melanjutkan memimpin univa
      dan apakah legal tidaknya ijazah termasuk masalah halal haram pak
      .bapak tau apa tentang tugas dan fungsi Dewan fatwa.jangan karena bapak makan gaji disitu lantas tidak memikirkan alumni yang masih akan menggunakan ijazah yang belum jelas sahnya untuk melamar kerja.jangan egoislah pak ,anak anak kami juga kepingin sukses dengan ijazah tak bermasalah

      • alumni univa

        Betul tuuuuh! Kami ingin Ijazahhhhhhhh bersih dan sah di TTD oleh rektor yg Bersih tidak ada kasus tindak pidana. Dewan Fatwa benar bicara soal ini.

  • Malisa Wulandari S.Pd.I

    Kami segenap calon wisudawan/ti tahun akademik 2013-2014 tidak setuju dengan pemberitaan Dewan Fatwa di situs kabar Washliyah….karena pendapat kami Rektor UNIVA saat ini yang mampu membawa UNIVA Lebih maju…..

    • alumni univa

      Siapa bilang !!!!!!!!!!
      Tidak ada dari kami selaku Alumni UNIVA 2013 yang setuu dengan pendapatmu itu, enaknya mewakili seluruh calon mahasiswa. Asal kau tau aj ya lisa, kami tidak mau ijazah di tandatangani oleh seorang tindak pidana, walaupun sudah adi MANTAN (tetapi tetap jadi pidana). Lain kali jangan se enaknya bawa-bawa nama sluruh mahasiswa!!!!!!
      Don’t Repeat Againnnnnnnnnn!!!!

      Mentang-mentang makan gaji dari rektor langsung bela yg tidak sesuai prosedur.
      Yang benar harus disampaikan walaupun pahit rasanya….

      • Yuri

        Kalau memang anda alumni UNIVA mengapa anda tidak menyertakan nama anda?
        Kalau pakai nama “alumni UNIVA” terkesan anda tidak benar2 alumni UNIVA, hanya ingin jadi “kompor” saja, atau jangan2 anda TAKUT??

        • alumni univa

          Pain pula stress, kamu mungkin yg stress.
          Yg salah jangan di bela ya ukht……..
          Harus ikuti aturan pemerintah kalu kalian masih mengaku warga indonesia.
          Yang di fatwakan oleh dewan fatwa tu benar 100%

          • Yuri

            yg mengatakan anda stres siapa??
            Kalau seperti ini brrti anda benar2 stres ini.

      • Caca

        Saya sependapat dengan Malisa bahwa Rektor UNIVA saat ini mampu membawa UNIVA lebih maju.

        Dan wahai kamu Manusia gak jelas, alumni UNIVA tahun 2013 ini banyak sepertinya yaa….
        tunjukkan identitas kamu siapa..
        jangan asal bawa2 nama alumni UNIVA gak bernama gtu…
        Kalau memang kamu calon wisudawan 2013 ini, pasti punya nama kan?? Udah sarjana donk yaaa…
        masa iya masih zaman sembunyikan nama gitu… TAKUT ANDA YAAAA??? dewasa dikit ya bung. Jangan emosi mebara x gtu bung, nanti strezzzzzzz….. haha

        • alumni univa

          ngapain pula stress, kamu mungkin yg stresss.
          Yang salah masih aja tetep dibela. ikuti aturan donk….!!

    • simon

      calon tapi ko sdh ada titelnya,,gmn siih mahasiswa..buat malu aja nie..he he he

      • Yuri

        titel itu didapat setelah kita sidang meja hijau. Sedangkan wisuda itu hanya resepsi saja (sama seperti kalau anda nikah, akad itu sudah mejadikan anda mendapat titel “menikah” sedangkan resepsi itu hanya untuk selebrasinya saja) seperti itulah titel diperoleh. Kalau sudah sidang meja hijau kita sudah berpredikat S.Pd.I

    • alumni univa

      Calon kok uda ada titel S.Pd.I.
      Malisa, malisa, tidak berpikir panjang.
      Ngk malu punya ijazah di tanda tangani olleh mantan pidana. Kami aja malu, tpi apa boleh buat rektor nya nggak sadar diri masih mau terus menjabat.. nasiiiib nasiiib

      • Caca

        haha… maaf maaf, Anda paok apa begok yaaa???
        titel sarjana itu didapatkan setelah ketok palu saat sidang meja hijau (sidang skripsi)… sementara Wisuda itu adalah resepsi gelar sarjana nya …
        helloooo… sarjana bukan sih Anda wahai sang pengecut….???!
        Atau Anda masih Anak SMA yang disetting untuk komentar dsini ya..??
        Kasihan yaaa,,, masalah itu saja koq gak tau….

        Ngapain Rektor malu, berarti Allah masih kasih rezeki n amanahkan jabatan itu sama Beliau….

        Ya Allah,,, Ampunilah umat2-Mu yang tidak terima dengan kekalahannya….
        ^_^

  • Joharsyah, ST

    saya tidak setuju dengan dewan fatwa tentang kabar berita di kabar washliyah karena saya melihat selama rektor sekarang pembangunan di univa meningkat dan sistem akademik lebih terarah dibandingkan dengan rektor sebelumnya

  • Lubis Rahman

    Saya Sebagai Kader Al Washliyah……..sangat menyanyangkan sikap Dewan Fatwa Al Washliyah ini yang bertindak dan berperilaku ceroboh…….sikapnya tidak mencerminkan untuk dijadikan sebagai contoh dan panutan bagi ummat Washliyin…..sangat tidak layak untuk ditiru…….Malah ingin menghacurkan dirinya sendiri……………Sungguh sangat memalukan……..Wsl

    • alumni univa

      Tapi. Tapi, dan Tapi,,,, wajarlah sebagai rektor harus tau diri. Mengundurkan diri lebih baik karna sudak terebak kasus, nnggk mau kan klu sampai terjadi 2 kali. Insya Allah masih banyak manusia yg Amanah. Jika terlibat tegakkan HUKUM ALLAH!!!
      Allahu Akbar!!!!!

  • Asmaul Husna

    Saya tidak setuju pendapat Dewan Fatwa,
    saya sebagai darah asli Al Washliyah, menyayangkan sikap dewan fatwa seperti ini, sungguh sangat mengecewa. Seharusnya Bapak lihat dulu keadaan Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan saat ini,
    mungkin benar yang Bapak katakan karena beliau telah tersandung kasus Pidana, Tetapi dapatkah Dewan Fatwa Melihat Perkembangan Apa yang terjadi di Univa Medan sekarang.
    Saya memang kurang Paham mengenai Undang-undang seperti yang dewan fatwa katakan. tetapi saya dapat melihat bagaimana sosok Rektor Univa sekarang Berbeda dari Pemimpin sebelumnya.
    sekali lagi dengan sangat menyesal dan Keberatan dengan sikap Dewan Fatwa. Dengan tegas saya katakan Berita ini tidak layak untuk dipublikasikan karena seharusnya ada klarifikasi yang dilakukan oleh Dewan Fatwa ke Unit
    terkait dgn memperhatikan aturan organisasi yang ada.

    • alumni univa

      Tidak ada Seorang rektor yang terkena kasus pidana.
      Baca dan Lihat tentang :
      PERATURAN MENTRI DAN PEND. DAN KEBUDAYAAN RI
      TENTANG Pengangkatan dan pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pd perguruan tinggi yg diselenggarakan oleh Pemerintah.
      Pasal 4.

      • Yuri

        Kalau memang anda alumni UNIVA mengapa anda tidak menyertakan nama anda?
        Kalau
        pakai nama “alumni UNIVA” terkesan anda tidak benar2 alumni UNIVA,
        hanya ingin jadi “kompor” saja, atau jangan2 anda TAKUT??

  • adiansyah

    Kok saya malahan sependapat ya dengan Dewan Fatwa. Siapapun yg bersalah harus diberi sanksi. Apalagi sampai membuat malu nama Alwashliyah.
    Bukannya Islam mengajarkan katakan kebenaran itu walau pahit rasanya. Jadi saya setuju kalau rektor yg sudah melakukan tindak pidana diberi sanksi oleh PB Alwashliyah.
    Kita jg harus pikirkan mengenai mhs yg akan memperoleh ijasah, yg nantinya ijsah tsb ditanda tangani oleh orang yg terkena kasus, kasihankan mahasiswanya yg bakal memoeroleh ijasah tsb.
    Terkait dgn prestasi yg dilakukan oleh yg bersangkutan slama mengabdi di Univa kita doakan sbg amal kebaikan di akherat kelak.

    • .Nasir

      dewan fatwa merupakan ruh dari organisasi Alwashliyah yang kita cintai ini,jika suaranya tidak terdengar lagi atau tidak boleh lagi bersuara berarti organisai ini sudah mati suri,biarkan dewan fatwa bersuara demi untuk kebaikan,jangan jadikan alwashliyah menjadi lembaga money loundring bagi koruptor.

      • Muhlizarsh

        Salah…..Ruh Organisasi Al Washliyah itu adalah surah Assaf ayat 10-11, Dewan Fatwa itu manusia biasa sama seperti kita,,…….Memang kata nasir sudah mati suri, karena tidak melihat kepada aturan yang ada, dari pada kita menjilat-jilat itu haram besar hukumnya dalam islam….tapi kalai kita saling menghormati satu sama lain itu disarankan dalam Islam…….ini yang tidak dipikirkan oleh dewan fatwa……..Gimna…! saya tunggu komentarnya……….Coba kita simak dan bandingkan pembanguna dan keuangan UNIVA sebelaumnya…….ada pegwai ngak digaji selama empat Bulan…….Zolim ngak pimpinan yang demikian….mana komentar dewan fatwa…….hehehe..!

        • alumni univa

          Sebagai Mahasiswa pasti tidak mau Ijazah ditandatangani oleh mantan Pidana.
          Kalau melamar bekerjaaaaaaaa dilihat rektornya siapa? Rupanya mantan pidana!! Waddduh pasti tidak diterima tooooooh!

          Akhi harus pikirkan uga nasib ratusan mahasiswa/i UNIVA yg mau wisuda.

      • Abdillah

        kalau kita sudah kalah dalam pemilihan, sabarlah nanti ada waktunya…UNIVA sekarang sudah maju, jgn di obok-obok lagi, karena org yang sabar pasti dikasihani allah…

        • Yantika sandra

          Abdilah, jangan kau tambah penderitaan mertuamu itu.
          belum selesai satu masalah ditambah lagi dengan masalah baru.kasihanilah dia, bantu selesaikan masalah yang sebelumnya .tenangkan perasaannya supaya kuat mentalnya dan diharapkan kembali membuat univa itu maju seperti yang kau katakan itu.sabarlah sampai beliau bebas murni.orang sabar itu dikasihani Allah.

  • Hasnil Aida

    Seharusnya Dewan Fatwa meneliti dulu duduk persoalan yang sebenarnya, jangan asal perintah copot saja. Seharusnya panggil dulu Rektor UNIVA tersebut dan juga civitas akademika UNIVA yang lain untuk klarifikasi. Kalau hanya sepihak, itu zhalim namanya.. Kita juga kan punya statuta di Univa, aturan yang harus dipatuhi secara akademis. Kita juga punya sistem dalam pemilihan dan pengangkatan Rektor . Ada senat Universitas yang berkekuatan hukum, Tolonglah, kita ikuti aturan yang sudah ditetapkan. Nanti kita disepelekan orang karena tak tahu dan tak menuruti aturan dan sistem yang ada

    • alumni univa

      Tegakkan yg benar……

      • Yuri

        Kalau memang anda alumni UNIVA mengapa anda tidak menyertakan nama anda?
        Kalau
        pakai nama “alumni UNIVA” terkesan anda tidak benar2 alumni UNIVA,
        hanya ingin jadi “kompor” saja, atau jangan2 anda TAKUT?

  • akhiruddin ahmad

    ruh al washliyah terletak dalam jiwa yang tenang di sanubari yang yg ikhlas membangun al washliyah khususnya univa tercinta, univa sekarang lebih maju pesat dalam segala lini pembangunan fisik maupun non fisik jangan hanya banyak bicara tapi tidak perna berbuat sama sekali,

    pembangunan yang sekarang makin hari terus bertambah baik pembangunan fisik dan biro keuangan yang semakin hari mendekati sejahtera…….

    Apakah pantas dikatakan seperti itu?

    cermin lebar untuk melihat jati diri seorang yang selalu mencari kesalahan orang tapi melupakan kesalahan dirinya.

    ada pepatah mengatakan ” semut yang jauh bisa di lihat tapi gajah yang di depan pelopak mata tidak terlihat”

    univa kan terus maju……

    univa kan terus berkembang

    saya akan bangga univa jadi kebanggaan al washliyah kedepannya masih dibawah pimpinan Bapak Ir. H. Aliman Saragih, M.Si

    by Akhiruddin Ahmad

  • Fahreza Akbar Putra

    saya sependapat dengan dewan fatwa,kalau memang salah menurut peraturan,ya kebenaran harus ditegakkan, jangan karena kepentingan, yang salah dibenarkan.

    kami tdk pernah mengutus malisa wulandari mewakili calon wisudawan/ti setuju dengan Rektor yang sedang terpidana mewisuda kami, karena kami takut ijazah kami tidak sah.

    kami butuh ketegasan Pengurus besar Alwashliyah tentang sah tidaknya wisuda dan ijazah yg akan di tandatangani Rektor tersebut

    • Caca

      Fahreza Akbar Putra, sepertinya Anda bukan Mahasiswa UNIVA…
      Jadi, jangan terlalu vokal dengan pendapat Anda mengenai hal ini. Mungkin Anda hanya sebagai Mahasiswa Settingan dari oknum-oknum yang tidak senang dengan kemajuan UNIVA sekarang.

      • alumni univa

        Siapa bilang kami bukan mahasiswa UNIVA!!! coba teliti aja sekarang,,,,, Siapa yg setuju ijazah di tanda tangani oleh mantan tindak pidana.
        Karna kmren dari Alumni 2012 melamar kerja tidak bisa karna ijazahnya bermasalah, tooooh ngkk mau kan kami bernasib sama melamar krja tidak bisa…

        • Yuri

          Kalau memang anda alumni UNIVA mengapa anda tidak menyertakan nama anda?
          Kalau
          pakai nama “alumni UNIVA” terkesan anda tidak benar2 alumni UNIVA,
          hanya ingin jadi “kompor” saja, atau jangan2 anda TAKUT…??

        • Caca

          Kalau Anda tidak mau Ijazah Anda ditandatangani Rektor UNIVA, itu hak Anda! Tidak ada masalah donk yaaa….. Kok REPOT sih Anda.

          • alumni univa

            Percuma kamu belajar agama Islam. Jangan mengotori nama Al Washliyah donk!!!!

            Yg salah masih saja di bela. Kan sudah ada Undang-undangnya,,

            Baca dan Lihat supaya kamu tahu, jgan-jangan kamu emang tidak mau tahu kebenaran tentang :
            PERATURAN MENTRI DAN PEND. DAN KEBUDAYAAN RI
            TENTANG Pengangkatan dan pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pd perguruan tinggi yg diselenggarakan oleh Pemerintah.
            Pasal 4.

          • Ari Reza Aditya Fakhreza

            kepada Yth :

            Yang Mengaku Alumni UNIVA

            Coba Kita lihat dulu kembali :

            PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

            Tentang

            Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pada Perguruan Tinggi yang Diselengarakan oleh PEMERINTAH

            Dalam bahasa tersebut ada kata Perguruan Tinggi yang diselengarakan oleh Pemerintah

            Dari Hal tersebut perlu di pertegas lagi Apakah UNIVA Medan salah satu Perguruan Tinggi Yang Diselenggarakan Oleh Pemerintah

            Jawabnya :
            Tidak….UNIVA Medan diselenggarakan Oleh Organisasi Al Washliyah
            Peraturan di UNIVA ada STATUTA

            Anda Pernah Belajar Bahasa Indonesia gak…..
            kalu pernah berarti anda Tolol dan Goblok….

            jadi Saran Saya kepada Sivitas Akademika UNIVA Adalah :

            Apabila Anjing Mengongong kapila Berlalu..

            apalagi anjing kurap gak usah di ladeni dech….

            toh anjing tsb hanya memikirkan kurapnya aja kok

  • Yantika sandra

    Prestasi Rektor yang baik pantas diberi apresiasi,tetapi jangan menutup mata dari kesalahannya, sebab ,diatas statuta masih ada peraturan pemerintah,jadi harus dipatuhi juga.

    jangan sampai ijazah alumni menjadi cacat hanya karena yang menanda tangani cacat hukum.

    jadi mahasiswa saja harus ada surat berkelakuan baik alias tidak cacat hukum ,kok Rektornya boleh cacat hukum.

    istirahat aja dulu pak sampai bapak bebas dari hukuman hehehehe

    • alumni univa

      Betul,,,, Baca Aturan Pemerintah di ATAS tuuuh

  • Mr. Lubis

    Setelah beberapa kali membaca berita ini saya melihat apa yg dilakukan Dewan Fatwa (DF) sudah benar dan tepat. Sbg lembaga fatwa sudah selayaknya lembaga ini MEMINTA PB AW untuk memberhentikan Rektor yg terlibat pidana. Sekali lagi DF hanya MEMINTA kepada PB AW, keputusan ada di PB AW yg telah mengeluarkan SK Rektor dan lembaga lainnya yg terkait sesuai Statuta Univa.
    Dan sy yakin DF jg tidak ceroboh dlm mengambil keputusan. Sebagai lembaga fatwa sdh pasti mereka mengerti bgmn mana mengambil keputusan apalagi menyangkut nama baik orang. Jadi sy melihat DF sdh sangat tepat. Kalau terkait perbedaan pendapat mengenai keputusan DF ini sy melihatnya hal biasa. Dimana2 ada saja org yg setuju dan tidak setuju terhadap sebuah keputusan, tergantung apakah kita melihatnya dengan hati nurani atau berlandaskan nafsu.
    Dan sy melihat DF itu tidak memiliki kepentingan apapun dlm kasus ini kecuali menjaga nama BAIK dan MARWAH Al Washliyah. Sehingga DF hanya meminta kepada PB AW. Setahu sy DF jg tidak terlibat dlm pemilihan dan pemberhentian pimpinan Perguruan Tinggi di AW. Dan sy yakin DF jg tahu wilayah mereka sampai dimana.
    Sebagai lembaga yg menghimpun ulama dan cendikiawan di Al Washliyah DF memiliki kewajiban menyampaikan kebenaran. Bila menyampaikan kebenaran saja tidak boleh di organisasi ini, maka manusia macam apa kita. Yg dilakukan DF adalah amar makruf nahi munkar.
    Sy juga menyayangkan sikap rektor yg sdh dinyakan bersalah oleh pengadilan tetapi tidak meletakan jabatannya, sampai akhirnya keluar penyataan DF tersebut. Bila saja rektor memiliki moral yg tinggi maka ketika dia ditetapkan sbg tersangka, maka saat itu jg langsung meletakan jabtannya. Tetapi apa yg terjadi bahkan ketika sdh dipidanapun msh tetap menjabat, bahkan didukung pulak oleh kroni2nya. Organisasi macam apa kita melindungi orang yg sdh dinyatakan bersalah.
    Sementara Para politisi saja ketika ditetapkan sbg tersangka sdh langsung mengundurkan diri. Sedangkan kita malahan mempertahankannya. Kalaupun rektor sdh berbuat banyak memajukan Univa Medan maka itu memang merupakan tugas dia dan semoga menjadi pahala untuk yg bersangkutan. Namun kesalahan beliau jg tidak boleh ditutupi.
    Selanjutnya, Univa merupakan universitas tua di Sumut yg dilahirkan para ulama AW dan diharapkan mampu melahirkan kaum intelektual Islam dan bermoral. Bagaimana bisa melahirkan generasi bermoral klo pimpinannya saja seperti itu.
    Sy tetap mendukung Dewan Fatwa untuk terus mengatakan kebenaran dan melawan kebatilan. Maju terus ulama Al Washliyah. Kita sdh rindu sm ulama yg berani mengatakan kebenaran di tubuh organisasi ini setelah sekian lama. Jangan takut DF!! Masih banyak orang AW yg mendukung DF bila berpijak pada kebenaran.

  • Hilmi Agustina Daulay

    Saya pribadi masih mendukung Bapak Ir. H. Aliman Saragih, M.Si sebagai Rektor UNIVA Medan.

  • Caca

    Bapak Dewan Fatwa Yth….
    Seandainya Bapak yang terkait kasus ini, apakah pemberitaan seperti ini akan mencuat ke permukaan publik? Setiap manusia punya masalah dalam dirinya, termasuk Bapak-bapak Yang Terhormat ini. Sandungan kasus ini, bukan semata-mata inginnya atau impian Rektor UNIVA.. Toh Kasus ini terjadi bukan karena beliau korupsi di UNIVA tercinta ini, melainkan pada saat beliau menduduki jabatan Dinas sebelumnya. Dipikir dahulu donk Pak, telusuri kasusnya, cari sumber yang memang benar–benar sumber berkualitas. Bukan sumber yang taunya membumbui dan mengompori dengan hal-hal yang busuk. Politik ini memang kejam Pak, bahkan lebih kejam dari pembunuh kelas kakap. Flashback ke Al Jam’iyatul Washliyah, yang arti dari nama itu sendiri adalah PERKUMPULAN YANG MENGHUBUNGKAN… Nah, apa yang dihubungkan di sini Pak? Sementara Bapak-bapak yang terhormat ini bahasanya main copot-copot saja. Seperti main Anak Bongkar Pasang aliaz Anak BP saja pak.. ini organisasi Pak, bukan permainan Anak BP. Copot sana copot sini, semua pakai prosedur donk Pak… Segala aktivitas kita juga pakai prosedur.. Jadi, saran kami janganlah main publikasikan berita heboh tak berbobot seperti ini. Masih ada jalan musyawarah untuk mufakat Pak, bukan Musyawarah untuk menghujat seperti ini…. UNIVA yang sudah mulai mencapai puncak kejayaan dan kesejahteraannya kembali, malah diotak-atik seperti ini. Dahulu di zaman Rektor kami yang lama, lebih bnyak inidikasi korupsi yang sangat merugikan umat banyak, tapi tidak seperti ini kali digali dan dibongkar kasusnya. Di zaman Rektor UNIVA yang lama, katanya akan dibangun gedung ini itu, tapi apa nyatanya? yang ada hanya peletakan batu pertama, dan itu juga batu terakhir… bantuan dari instansi sana sini tetap masuk ke UNIVA, tp apa yang tampak dari semua itu? Itu zaman Rektor UNIVA yang lama, yang pada saat itu juga Gaji Fungsionaris dan Pegawai ada yang tidak dibayar beberapa bulan. Kemanakah hak-hak kami itu? Kami disini kerja Pak, bukan duduk santai goyang-goyang kaki.

    Namun ini semua tidak prnah jadi masalah besar selama ini, padahal sungguh JELAS kasusnya di UNIVA.Semoga Bapak/Ibu pejabat Rektor trdahulu diampuni oleh Allah SWT..

    Tapi mengapa kasus Rektor sekarang yang bukan terjadi di UNIVA, booming seperti ini? Astaghfirullah… coba buka mata, hati dan pikiran kita semua… Bandingkan dengan dahulu, sekarang di UNIVA pembangunan gedung semakin bertambah, gajian tepat waktu, mahasiswa brtambah tiap tahun, dan kami tidak pernah kehilangan hak gaji kami, seperti yang dilakukan Rektor terdahulu… Terkadang kami kasihan dengan rival Rektor UNIVA yang kalah dalam persaingan, tidak pernah putus asa, selalu optimistis untuk menghancurkan UNIVA yang kian berjaya saat ini… Apakah Bapak (N) Yth yakin jika Bapak (yang mungkin saat ini sosok yang tidak prnah terkait kasus korupsi) menjadi Rektor UNIVA bisa membawa UNIVA ke arah yang lebih maju lagi…? Disayangkan Pak, kami tidak yakin dan tidak bisa memangku kepercayaan kami pada diri Bapak. Makanya saat itu Rektor terpilih bukan Bapak. Kami kasih jempol buat kemajuan UNIVA saat ini, kami nyaman, sejahtera, dan tidak pernah didzolimi seperti pada saat masa jabatan Rektor dahulu. Kami masih cinta pada kebijaksanaan Rektor kami saat ini, Bapak Ir. H. Aliman Saragih, M.Si… Sekali lagi Bapak-bapak Yth, UNIVA sudah menuju puncak kesejahteraannya, jangan hanya karena suntikan buruk dari oknum-oknum yang tidak jelas tujuannya, UNIVA kembali roboh seperti dulu. Saya tegaskan! ini bukan permainan anak BP pak, main copot Pimpinan, pasang lagi Pimpinan baru. Lihat fisik UNIVA saat ini Pak, jangan lihat kasus Rektor nya. Toh UNIVA tidak prnah terlantar dan tidak pernah didzolimi, walau pernah ditinggal Rektor nya. Jangan pantang menyerah Pak Rektor, kami selalu mendukung Bapak. Hidup UNIVA…!

    • Husni Thamrin

      caca,bukan kita tdk menghargai dan melihat kemajuan yg dibuat rektor sekarang,masalahnya sah tdk ijazah yg ditandatangani karena beliau sdg terpidana,hukum nggak lihat kasusnya dimana mau di tempat S atau d Mi jadi kamu jgn egois cuma mikirin perutmu sendiri ,tdk peduli dgn ratusan org lain yg jadi korban .

      lebih bagus suruh rektor itu minta PB keluarkan surat jaminan ijazah itu tdk bermasalah.cukup supaya jgn panjang comen mengcomen disini. malu kita dgn Univ lain.
      jgn seperti uisu, kopertis yg dulu legalkan setelah ganti keluar surat ilegal,lihat tuh sampai sekarang nggak selesai ,apa kita juga mau ikut,
      nanti kejadian kesejahteraan yg sdg kau nikmati sekarang hanya sebentar saja.jd ajaklah rektor ke Pb masih ada waktu kog.

  • rahmad

    Busuk kalian semua, macam kalian saja yang suci dimuka bumi ini.

    • alumni univa

      Bukan busuk akhi yth……
      Hukum harus ditegakkan….
      Sabar akhi rahmad

  • alumni univa 2012

    IJINKAN SAYA IKUT MEMBERIKAN KOMENTAR….

    AKIBAT ULAH BAPAK IR. ALIMAN SARAGIH. M.SI, KAMI SEBAGAI
    ALUMNI YANG IJAZAHNYA DI TANDATANGANI OLEH BELIAU JUGA TERKENA IMBASNYA. KETIKA
    SAYA INGIN MELAMAR JADI PNS DI SERDANG BEDAGAI IJAZAH SAYA DIPERMASALAHKAN
    (SELEKSI BERKAS TIDAK LULUS). PADAHAL SAYA LULUS DI 2012. HAL INI MENJADI
    GAMBARAN BAGI MAHASISWA YANG LULUS DI 2013 INI. PASTI BANYAK SEKALI MASALAH
    BERKAITAN DENGAN IJAZAH YANG DI TANDA TANGANI OLEH REKTOR UNIVA SEKARANG. MAKA
    MENURUT HEMAT SAYA…BAPAK ALIMAN HARUS LEBIH ARIF DAN BIJAKSANA DALAM MEMANDANG MASALAH INI . SEHARUSNYA
    BELIAU LEBIH MENGEDEPANKAN KEPENTINGAN MAHASISWA. MAHASISWA SUDAH BERJUANG 4
    TAHUN KULIAH TETAPI HANYA KARENA ULAH SEORANG, WAKTU 4 TAHUN ITU TERASA TAK
    BERARTI. SADAR LAH PAK…LEBIH BAIK BAPAK MENGALAH…BAPAK AKAN DIJADIKAN PAHLAWAN
    JIKA LANGKAH ITU BAPAK AMBIL…SEKIAN DAN TERIMA KASIH.

    • Yuri

      Kalau memang anda alumni UNIVA mengapa anda tidak menyertakan nama anda?
      Kalau
      pakai nama “alumni UNIVA” terkesan anda tidak benar2 alumni UNIVA,
      hanya ingin jadi “kompor” saja, atau jangan2 anda TAKUT….?

    • Nukman Sulaiman

      Saudara/i ini siapa tolong jangan memperkeruh masalah yang ada. jika memang saudara/i alumni univa coba saudara katakan apa yang membuat saudara/i antusias sekali dengan semua komentator saudara/i sampaikan. jika saudara/i seorang mahasiswa tidak sepantasnya seperti ini, dan jika saudara/i merasa hak saudara/i tidak
      bisa tidak tersalurkan. mohon sadara/i hubungi universitas yang tempat
      saudara/i menimbah ilmu. dan masalah ijazah saudara/i dipermasalahkan.
      coba beri statement yang mengakibatkan ijazah saudara/i tidak lulus
      berkas, seperti yang saudara sampaikan dikomentar saudara/i tsb. dsini
      saya atas nama UNIVA dapat mempertanggung jawabkan keabsyah ijazah yang
      ditanda tangani oleh Bpk Ir. H. Aliman Saragih, M.si itu sah. dan ijazah mahasiswa/i UNIVA 2012-2013 SAH.
      Dan sekali lagi saya tegaskan kepada saudara/i tolong jangan memperkeruh Masalah dengan komentar Saudara/i yang kompor gas itu.
      saudara/i dsini mengatas namakan Alumni, tetapi yang saya baca pada setiap komentator2 saudara/i seperti menginginkan kekuasaan.

      • alumni univa 2012

        astaghfirullah….jangan anda memakai nama rektor terdahulu yang sudah almarhum untuk komentar anda…saya bukan memperkeruh dan mengatakan yang sebenarnya…begini saja coba pihak bapak aliman melakukan survei kepada mahasiswa apakah mereka ridho ikhlas jika ijazah tersebut di tanda tangani oleh tangan yang sebenarnya sudah tidak berhak dan ternoda atas tindak korupsinya…

      • Husni Thamrin

        emang nukman sulaiman siapa? PB, nggak,Kopertis atau Menteri juga bukan, malaikat apalagi, berani bertanggung jawab keabsahan ijazah anak2 kami.kalau berani buatlah surat edaran yang legal menjamin sahnya tembuskan ke pihak terkait termasuk BKD,KEMENAG,KEMENDIK.

  • EMD

    Setelah
    saya baca, saya pahami, dan saya hayati kata-kata di wall anda, maka
    saya dapat menyimpulkan bahwa, kata kata di status anda begitu kondusif,
    bersih dari sifat yang negatif sehingga bisa dimengerti oleh sebagian
    pihak, … sahabat, teman dan guru bahasa indonesia, terkecuali oleh orang
    yang memang tidak bisa membaca. Status anda memang sungguh sangat
    relevan, singkat, padat, bermakna, dan status anda sangat mudah dicerna
    karna kata katanya bisa dimengerti. Status anda sangat orisinil, jauh
    dari kata kata yang menyimpang, karena…..memang tak ada persimpangan.
    Kata kata yang anda buat memang sangat akurat, singkat, padat dan
    mantap. Didalam status anda ini, saya tak akan mengomentari secara
    panjang lebar, karena komentar yang sangat panjang dan lebar itu bisa
    bikin saya capek, pusing, bingung dan menyita waktu untuk mengetiknya.
    anda juga akan lelah, karena sampai detik ini anda belum juga selesai
    untuk membacanya. Tapi, walaupun begitu, menurut saya.. pekerjaan yang
    dilakukan setengah setengah, bisa menimbulkan rasa penasaran, dan
    membuat pikiran jadi tak menentu atau tak tenang, dan apabila seseorang
    meninggal dalam keadaan tak tenang maka arwahnya akan penasaran dan
    gentayangan. Begitu juga dengan saya, walau jemari ini terasa letih,
    namun saya tetap ingin mengomentari status anda yang begitu sangat
    bearti. Sebelum komentar ini saya sudahi… ada baiknya saya ingin katakan
    sepata kata lagi bahwa, status yang tlah anda buat ini adalah status
    yang dominan,begitu sopan dan menyenangkan. Begitu banyak status yang
    tlah saya baca dan saya komentari tapi baru kali ini saya akui bahwa
    status anda bukan seperti status palsu yang ada didalam album lagu.
    perlu anda ketahui: untuk apa sih sebenarnya kita bikin status palsu
    kalau itu tak ada untungnya sama sekali ? Memang di zaman sekarang ini,
    orang jujur itu terlalu sulit didapati dan dicari. Ada juga yang bilang
    kalau jujur itu dilarang! Kalau di dalam judi prinsip seperti itu memang
    benat tetapi kalau di kehidupan seharihari itu benar-benar
    bertentangan. Ada juga yang bilang jujur tak makan! padahal, kejujuran
    itu adalah kunci kehidupan. soal makan tak makan itu kan kita sendiri
    yang rasakan. Percuma TUHAN memberi kita akal dan pikiran serta tenaga
    kalau itu tak akan kita manfaatkan. Oleh karana itu… marilah kita
    bersama sama, saling ingat mengingatkan bahwasannya..hidup di DUNIA ini
    adalah untuk sementara. Loh…!! kenapa saya jadi kasih ceramah.. tapi ya
    sudahlah, mudah mudahan segala ini dapat berguna bagi saya, anda dan
    kita semua. Menindak lanjuti dengan status anda ini maka dengan
    kesadaran diri, dan tanpa dipaksa oleh pihak manapun maka dengan ini,
    saya yang bernama ”Willyanto Lim” menyatakan bahwa, dengan kesungguhan
    niat dan tanpa mengada ada, neko neko, serta nyeleneh atau dalam bahasa
    apapun yang sifatnya dapat merugikan, provokator dan kotor seperti
    koruptor sehingga dapat merugikan bangsa, negara dan orang orang yang
    tak punya. Karena, sesungguhnya koruptor itu tak jauh berbeda dari orang
    yang korupsi, dari kalangan orang yang bermobil mewah hingga rakyat
    jelata. Sebagai warga negara yang berpedoman pada PANCASILA apakah
    pantas korupsi dan koruptor itu tinggal di bumi NUSANTARA ini.? sebelum
    saya akhiri komentar saya ini, sekali lagi saya tegaskan bahwa, saya
    sangat ”MENYUKAI STATUS ANDA” maafkan kalau komentar saya yang begitu
    sangat singkat ini kurang berkenan dihati anda, karena saya adalah
    manusia biasa yang tak mempunyai daya upaya dan tak pandai dalam
    mengukir kata kata, akan tetapi, walaupun saya tak bisa berkata yang
    indah indah namun bagi saya itu wajar. Percuma kalau saya berkomentar
    panjang lebar hasilnya dapat menimbulkan kata kata yang berlebihan (
    LEBAY ). Akhirnya setelah saya menyimpulkan dengan kesungguhan hati,
    dengan ini saya putuskan bahwa “SAYA SANGAT MENYUKAI STATUS ANDA”, dan
    untuk lebih meyakinkan lagi, sesungguhnya” SAYA SANGAT MENYUKAI STTUS
    ANDA”, karena….. “SAYA MEMANG SANGAT MENYUKAI STATUS ANDA”

  • Asril Siregar

    Saya M.ASRIL SIREGAR SH. ( Wakil Ketua DPD SAPMA IPK SUMUT/ALUMNI UNIVA MEDAN ). Saya cuma mau ingatkan aja sama kamu yg ngaku alumni univa yg tidak mau menunjukkan identitas. Gak usah banyak cakaplah apa yg dialami rektor univa terkait tindak pidana yg dialaminya bukan berarti sebuah kesalahan fatal yg berimplikasi pada nasib univa kedepannya. Tok sebagian besar masyarakat alwashkiyah tidak mempermasalahkan hal ini dikarenakan kinerja rektor saat ini sangat luar biasa memajukan univa dibanding masa sebelumnya. Kalau kau alumni univa kau pikirkan juga nasib adik2 calon wisudawan/ti yg akan diwisuda tahun ini. Saya dengan tegas menolak fatwa tersebut. Dan buat kau yg ngaku alumni univa,kalau kau punnya mental sarjana jangan banci. Dan dengan tegas saya katakan jgn kalian politisirlah univa, harusnya kita menjaga bukan membuat fropokasi yg merupakan kepentingan pihak2 tertentu yg ingin mencari kekuasaan jabatan diuniva. Ada masalah kita selesaikan secara musyawarah mufakat. Gak selesai jumpa aja kita bos.ok

    • Husni Thamrin

      asril SH,kamukan sarjana hukum,seharusnya kamu bicara hukumlah bukan bicara emosional kepentingan

    • Husni Thamrin

      jgn sepeti preman gitulah bahasanya,tapi sdh sarjana hukum.
      nggak usah emosi ril, tarik aja kediri kamu seandainya kamu masih menjadi mahasiswa terima nggak ijazahmu di tt ni rektor yg sedang terpidana,
      bukan masalah tdk dipermasalahkan org washliyah yg kamu katakan ,tetapi kalau BKD tdk mengakui bgm dgn nasib pekerjaan para alumni yg sdh bekerja ini, apalagi yg masih mau melamar kerja.kasihankan

    • Yuri

      saya setuju sekali dengan bang asril siregar, bener baanget bg. memang aaneh alumnii yg gk jelas ini,, ngaku2 az alumni.

  • Asril Siregar

    PB AL WASHLIYAH Jangan mau di interfensi oleh fatwa seperti itu. Dan Seharusnya fatwa seperti itu jangan dipublikasikan. Karena dapat mempropokasi dan menimbulkan kisruh ditubuh univa itu sendiri. Kayak kita gak punya aturan aja. Kepada seluruh adindaku calon wisudawan/ti 2013 jangan mau terfropokasi ya.

    • Husni Thamrin

      asril SH,,kamu datang saja ke dewan fatwa lihat semua bukti yg menjadi dasar fatwa itu dikeluarkan.
      karena tidak ada tanggapan dari pihak yang dimaksud jd harus dimuat seperti ini barangkali supaya PB AW tau banyak org yg resah krn tidak ada ketegasan sampai sekarang tentang kepastian hukum sah tidaknya ijazah yg di tt ni org yg sedang terpidana,cuma itu,sedernanakan

  • Asril Siregar

    Husni kau tau gak status hukum rektor univa. Kalau kau bilang seolah sedang menjalani proses hukum secara pidana itu salah. Kalau memang ada himbauan dalam statuta larangan memimpin univa harusnya disampaikan. Bahwa perlu juga kamu tau bahwa selagi kopertis dan kopertais masih mengakui bpk aliman saragih adalah rektor univa, maka ijajah yg ditanda tangani itu sah krn yg mengesahkan itu pemrrintah. Jd kau juga harus pelajari dulu baru bicara. Justru kau cakap seperti itu krn kau bukan ingin memberi masukan supaya mslh ini selesai tapi seolah menyetujui patwa mui trsbt. Kalau kau bilang aku kayak preman knp rupanya? Himbauan aku buatmu gak usah ikut2an mempolitisir univalah. Lebih kita jumpa aja bicara soal ini bisa? Supaya jgn menjatuhkan mental adik2ku.

    • Husni Thamrin

      asril,kau itu levelnya anakku ,jadi nggak perlu kita yg jumpa bicara soal ini,,karena bukan kapasitas kita ngurus ini,
      sy cuma seorang wali dari calon wisudawan yg ketakutan kalau2 ijazahnya nanti bermasalah.coba minta pernyataan kopertis dan kopertais ttg keabsahannya lalu sampaikan ke media agar semua tau dan jelas sehingga besok mental adik2mu di wisuda bisa plong.oke nak asril.

Populer

×