Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman

Majelis

Selasa, 19 November 2013

Sepuluh Nama Pejabat Indonesia yang Disadap Australia


indo-aw

JAKARTA – Berdasarkan data yang dibocorkan mantan karyawan Badan Keamanan Nasional AS, Edward Snowden, kegiatan mata-mata Australia terhadap Indonesia tidak hanya menyadap telepon Presiden Susilo Bambang Yodhono (SBY). Sembilan orang di lingkaran dalam SBY, termasuk istrinya Kristiani Herawati, juga ikut disadap teleponnya.

Dalam salah satu dokumen itu berjudul “3G Impact and Update” tercantum 10 nama pejabat Indonesia lengkap dengan jenis ponsel yang mereka gunakan. Aksi penyadapan tersebut dilakukan tahun 2009.

Berikut daftar nama-nama pejabat itu yang telah diperoleh ABC dari Snowden.

1. Susilo Bambang Yudhoyono, jenis ponsel Nokia E90-1
2. Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono), jenis ponsel Nokia E90-1
3. Boediono (Wakil Presiden), jenis ponsel Blacberry Bold (9000)
4. Jusuf Kalla (mantan Wakil Presiden), jenis ponsel Samsung SGH-Z370
5. Dino Pati Djalal (juru bicara presiden urusan luar negeri), jenis ponsel Blackberry Bold (9000)
6. Andi Mallarangeng (juru bicara presiden urusan dalam negeri), jenis ponsel Nokia E71-1
7. Hatta Rajasa (Menteri Sekretaris Negara), jenis ponsel Nokia E90-1
8. Sri Mulyani Indrawati (Menko Ekonomi), jenis ponsel Nokia E90-1
9. Widodo Adi Sucipto (Menko Polkam), jenis ponsel Nokia E66-1
10. Sofyan Djalil (Menteri Komunikasi dan Informatika), jenis ponsel Nokia E90-1

Dikabarkan juga, penyadapan yang dilakukan oleh Australia terhadap Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan sejumlah pejabat penting lainnya sudah didengar Presiden SBY.

Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, Presiden SBY sudah mengetahui peristiwa ini.

“Menlu telah menyampaikan informasi awal ke Bapak Presiden atas berita yang mengemuka tersebut,” kata Faizasyah dalam pesan singkatnya.
Seperti apa reaksi SBY, Faizasyah tidak tahu pasti. Hanya dia mengatakan bahwa pemerintah Australia perlu mengklarifikasi masalah ini.

“Pemerintah Australia perlu klarifikasikan hal ini ke Pemerintah Indonesia. Ini penting untuk menjernihkan suasana,” katanya.

Dia mengakui, penyadapan oleh Australia ini sangat mengganggu hubungan bilateral antara Indonesia dan negeri kanguru itu. “Adanya berita tersebut saja sudah berpotensi mengganggu hubungan,” katanya.

BELUM ADA

Sementara itu, Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott tengah disorot terkait isu penyadapan intelijen Australia terhadap Presiden SBY, Bu Ani dan para pejabat tinggi RI. Namun sejauh ini tak ada penjelasan apalagi permintaan maaf dari Abbott mengenai isu yang telah menimbulkan kegeraman pemerintah dan publik Indonesia itu.

Meski begitu Abbott bersikeras, hubungan dengan Indonesia tetap kuat dan erat.

Atas isu penyadapan ini, Abbott menolak mengatakan apakah dirinya berencana menghubungi Presiden SBY untuk secara langsung menyampaikan penjelasan ataupun permintaan maaf.

Dikatakan Abbott, dirinya tak akan melakukan atau mengatakan sesuatu yang akan membahayakan hubungan baik dengan Indonesia.

“Saya tak akan mengatakan atau melakukan apapun yang bisa merusak persahabatan erat dan kerja sama kuat kita dengan Indonesia. Saya tak akan mengatakan apapun mengenai masalah intelijen,” cetus pemimpin negeri Kangguru itu kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (19/11/2013).

“Yang sebenarnya adalah kita memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia,” tuturnya.

“Tentunya, hari ini mungkin bukan hari yang baik dalam hubungan itu. Namun meski begitu, kita memiliki hubungan yang sangat baik dan kuat dengan Indonesia,” tegas Abbott.

Dalam dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden, pembocor intelijen Amerika Serikat, disebutkan bahwa badan intelijen Australia menyadap aktivitas telepon seluler milik SBY selama 15 hari pada Agustus 2009 lalu. Penyadapan juga dilakukan atas percakapan telepon Bu Ani dan sejumlah menteri Indonesia.

(waspada/detikcom/esbeem)


×