Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Rabu, 2 Oktober 2013

Al Washliyah Putuskan Idul Adha Jatuh Selasa 15 Oktober


Hamim Azizy
H. Ahmad Hamim Azizy, MA

JAKARTA – Organisasi Massa (Ormas) Islam Al Jam’iyatul Washliyah memutuskan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1434 H jatuh pada Selasa, 15 Oktober 2013. Demikian keputusan ini disampaikan Team Ahli Majelis Hisab Rukyat PB Al Jam’iyatul Washliyah H. Ahmad Hamim Azizy, MA pada Rabu (2/10) sore di kantor PB Al Washliyah Jakarta Pusat.

Namun begitu menurut Hamim Azizy, Al Washliyah meminta kepada warganya untuk tetap menunggu keputusan pemerintah melalui menteri agama. Dikatakannya, Kementerian Agama akan menggelar Sidang Itsbat untuk memutuskan 1 Dzulhijjah pada Sabtu (5/10). Keputusan Itsbat tersebut yang akan menjadi peganggangan umat Islam Indonesia dalam menentukan jatuhnya Hari Raya Qurban, selain itu juga untuk menjaga ukhuwah Islamiyah.

Dari hasil perhitungan Majelis Hisab dan Rukyat PB Al Washliyah, tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Minggu 6 Oktober 2013. Sehingga 10 Dzulhijjah dapat dipastikan jatuh pada Selasa 15 Oktober 2013. Dijelaskan Hamim yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan Al Washliyah, tinggi bulan pada hari Sabtu (5/10) sudah lebih dari dua derajat.

“Berdasarkan hitungan, tinggi hilal di atas dua derajat, dengan demikian Hilal mungkin dapat dilihat dan berdasarkan keputusan MABIMS Imkanur Rukyat dua derajat terpenuhi. Dengan demikian 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 6 Oktober 2013,” kata Hamim Azizy di kantor PB Al Washliyah.

(mrl)

Berikut adalah hasil perhitungan Majelis Hisab dan Rukyat PB Al Washliyah:

Untuk menentukan kapan awal Bulan-bulan Qomariyah khususnya Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Allah Swt berfirman:
“Dan Allah lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.” (Q.S. Yunus ayat 5)

Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw:
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah (Ramadhan) karena melihat hilal (1 Ramadhan) dan berbukalah (mengakhiri Puasa Ramadhan) karena melihat hilal (1 Syawal) apabila terhalang awan, sehingga tidak dapat melihat hilal maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban 30 hari.” (H.R Bukhori dan Muslim)

Menurut hitungan lokasi di Jakarta. Adapun ‘Idul Adha 10 Dzulhijjah untuk tahun 1434 H. Ijma’ hari Sabtu (Pahing) tanggal 5 Oktober 2013 M.

Jam 07:34 menit 10, 88 detik Wib Matahari terbenam
Jam 17:47 menit 15, 54 detik Wib Hilal Terbenam
Jam 18:01 menit 48, 64 detik Wib Tinggi Hilal 2 derajat 45 menit 37, 55 detik Wib
Posisi Hilal -3 derajat 15 menit, 10,71 detik Selatan Matahari
Keadaan Hilal Miring selatan Lama Hilal 00 jam 14 menit 39,09 detik

Menurut kelender Taqwim standart Indonesia Kementerian Agama RI lokasi Pelabuhan Ratu

Ijma’ hari Sabtu (Pahing) tanggal 5 Oktober 2013 M
Jam 07:34 menit 10 detik Wib Matahari terbenam
Jam 17:48 menit 49 detik Wib Hilal terbenam
Jam 18:03 menit 39 detik Wib Tinggi Hilal 3 derajat 18 menit 03 detik
Posisi Hilal -3 derajat 11 menit, 09 detik selatan matahari
Keadaan Hilal Miring selatan Lama Hilal 00 jam 14 menit 49 detik

Berdasarkan hitungan tersebut, tinggi hilal di atas 2 derajat, dengan demikian Hilal mungkin dapat dilihat dan berdasarkan keputusan MABIMS Imkanur Rukyat 2 derajat terpenuhi, maka bulan Dzulqa’dah 29 hari, dengan demikian 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 6 Oktober 2013 M.

Disampaikan oleh Drs. H. Ahmad Hamim Azizy, MA Team Ahli Majelis Hisab Rukyat PB Al Jam’iyatul Washliyah.


Populer

×