Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Selasa, 9 Juli 2013

Tausiah Dewan Fatwa Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1434 H/2013 M


Dewan fatwa

بِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْـمَنِ الرَّحِــــيْمِ
” اَلْحَمْد لله رَبِّ اْلعِزَّة وَ اْلجَلاَل , وَاسِع الكِرَام عَظِيْم الإِفْضَال , وَ الصَّلاَة و السَّلاَم عَلَى سَيْدِنَا محَمَّد المَبْعوْث لِتَتْمِيْمَ مَكاَرِمَ الأَخْلاَق , المفَضَّل عَلَى كاَفَّةِ المَخْلوْقاَت عَلَى الإِطْلاَق , وَعَلَى آلِهِ مَصَابِيْحَ السنّة الأَعْلاَم , و أَصْحَابِهِ البَاذِلِيْنَ أَنْفسَهم لِتَوْضِيْحَ الشَّرَائِع وَ الأَحْكاَم , وَعَلَى سَائِرِ الأَئِمَّّةِ المجْتَهِدِيْنَ القَائِمِيْنَ بِحِفْظِ نَاموْسِ الدِّيْنِ ” . وبـــعد : قال الله تعالى : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {البقرة [2] 183}
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”(QS. Albaqarah : [2] : 183)
Diwajibkannya puasa Ramadhan untuk umat Islam setelah terjadinya peristiwa pemindahan kiblat umat Islam ke Baitullah Ka’bah pada 10 Sya’ban, atau ada juga riwayat yang masyhur menyebutkan pada 15 Sya’ban tahun ke-2H. Rasulullah Saw. semasa hidupnya telah berpuasa Ramadhan sebanyak sembilan kali selama sembilan tahun dan beliau wafat pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 11H.
Bulan Ramadhan memeliki keutamaan dan kelebihan yang begitu agung diantaranya,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {البقرة [2] : 185}
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”(QS. Albaqarah [02] : 185)
إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ {5} (سورة القدر [97] : 1-5)
“1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”(QS. Alqdr [97] : 1-5)
بقوله صلى الله عليه وسلم: «من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه» [متفق عليه] .
“Barang siapa berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala, diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari Muslim)
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: سمعت النبي صلى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يقول: «من صام يوماً في سبيل الله باعد الله وجهه عن النار سبعين خريفاً» [متفق عليه].
“Barangsiapa berpuasa satu hari dijalan Allah, dijauhkan dirinya dari (siksa) api neraka selama 70 musim gugur (tahun)”(HR. Bukhari Muslim)
Dewan Fatwa Al Washliyah mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1434 H/2013 menghimbau kepada seluruh warga Al Washliyah dan umat Islam pada umumnya sebagai berikut:
1. Semoga seluruh warga Al Washliyah dan umat Islam pada umumnya dalam lindungan Allah Swt, diberi keni’matan Iman, Islam, kesehatan, kemuliaan, kesehatan, kecukupan rizqi yang halal dan dapat melaksanakan ibadah puasa pada siang harinya dan menghidupkan pada malam harinya dengan berbagai macam ibadah-ibadah sunnah terutama membaca dan mengkaji nilai-nilai kandungan Alqur’an.
2. Menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam. Membangun kemaslahatan umat yang lebih besar. Menghormati dan menjunjung tinggi toleransi dari berbagai macam perbedaan baik agama, keyakinan, politik, budaya, pemikira, kreasi dan karya.
3. Menghidupkan bulan suci Ramadhan satu bulan penuh dengan berbagai kegiatan yang dapat membangun pemikiran, keintelektualan dan sepiritual agar dapat meraih sebagai pemimpin yang memiliki keperibadian yang bertaqwa, amanah, cerdas, bijaksana dan berakhlaqul karimah.
4. Mendo’akan agar pemilu 2014 dapat berjalan sukses dan lancar. Semoga Allah juga menganugerahkan bangsa Indonesia ini dipimpin dan dikelola oleh para pemimpin-pemipin yang memiliki kecerdasan dan keintelektualan, shaleh, bertaqwa, amanah, bijaksana dan berakhlaqul karimah. Juga mampu mengelola bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat yang mampu mensejahterakan masyarakat dan rakyatnya lalu menciptakan peradaban bangsa yang modern di bawah koridor syari’at Allah Swt. dan menjunjung tinggi cita-cita Ahlussunnah Waljama’ah.
Semoga kita dapat merenungi dan mengambil ibrah akan do’a Rasulullah Saw ketika memasuki bulan suci Ramadhan di bawah ini,
كان الرسول (صلى الله عليه وآله) إذا نظر إلى هلال رمضان استقبل القبلة بوجهه وقال:” اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام والعافية المجللة ودفاع الأسقام والعون على الصلاة والصيام والقيام وتلاوة القرآن. اللهم سلمنا لشهر رمضان وتسلمه منا وسلمنا فيه حتى ينقضي عنا شهر رمضان وقد عَفَوْتَ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَحْمَتَنَا “.
“Adalah Rasulullah Saw ketika melihat Hilal (bulan) sebagai tanda datangnya bulan suci Ramadhan beliau menghadap kiblat sembari berdo’a: Ya Allah karuniailah bagi orang-orang yang berpuasa begitu juga kami (yang ingin menjalankan ibadah puasa) dengan aman, penuh dengan keimanan, keselamatan, Islam, kesehatan, ketinggian akan kemuliaan, jauhkan dari segala penyakit, dan anugerahkan kami pertolongan agar kami dapat menunaikan shalat, puasa pada siang harinya dan beribadah pada malam harinya dan juga kami dapat membaca Alqur’an. Ya Allah ya Tuhan kami, selamatkanlah kami selama bulan Ramadhan penuh, dan jadikan Ramadhan itu penyelamat bagi kami, selamatkanlah kami pada bulan Ramadhan sampai kami dapat menunaikan kebajikan selama bulan Ramadhan penuh dan sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Pengampun akan kesalahan dan dosa-dosa kami, dan karuniailah kami akan Rahmat-Mu” (Alhadits).
Semoga hari dan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini dapat kita jadikan ladang pengampunan dan ladang untuk meraih ketinggian dan kesucian iman dan amal-amal yang shaleh yang semata-mata karena Allah Swt. dan menjauhkan dari berbagai macam nista dan kesyirikan. Wallahua’lam Bis-shawab, Wassalam.

Dewan Fatwa
Al Jam’iyatul Washliyah

Ketua,
KH. Ridwan Ibrahim Lubis

Sekretaris
KH. Mustafa Abdul Azis, MA (Ovide)


Populer


View Larger Map

Kantor PB Al Washliyah Jalan Jenderal Ahmad Yani No 41 Cempaka Putih Timur Jakarta Pusat. • Telp: 021.42800624

×