Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Sabtu, 8 Juni 2013

HIMMAH: Kasus Century Lebih Besar Dari Sapi Impor


BankCentury

JAKARTA – Ketua Umum Pimpian Pusat Himpuan Mahasiswa Al Washliyah (PP-HIMMAH), Aminullah Siagian, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah keluar dari subtansi dan kini sedang membangun opini untuk menjatuhkan nama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq terkait kasus dugaan suap penambahan kuota daging sapi impor. Pasalnya, KPK dan PPATK kini lebih fokus menangani kasus aliran dana uang Ahmad Fathanah ke sejumlah wanita ketimbang menangani kasus perkara korupsi dan suap yang dilakukan LHI.

Aminullah Siagian  menilai, munculnya nama siswi SMK yang diduga adalah istri muda dari mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai upaya membangun opini demoralisasi terhadap Luthfi. “KPK memenangkan opini publik. Publik kalau disinggung moral, maka yang bersangkutan akan hancur. Lalu masuk ke hukum. Ini karena mau menghukum orang dihancurkan dulu moralnya,” kata Aminullah Siagian.

Dia menyebutkan laporan PPATK mencapai 45 orang wanita menerima uang dari Fathanah, apakah jumlahnya lebih besar dari kasus Bank Century yang mencapai Rp 6,7 triliun?.

Sebagaimana diketahui, kasus Bank Century, dimana uang negara hilang Rp 6,7 triliun akibat para petinggi di negara ini, hingga saat ini tindak lanjut kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun itu belum jelas nasipnya.

Bahkan belum ada respon positif dari aparat penegak hukum, khususnya KPK yang katanya lembaga superbody dan tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi.Nampaknya jika dilihat dari kasus Century dan Kasus Sapi, KPK lebih mengutamakan kasus Sapi yang nilainya tak lebih dari kasus mega skandal Bank Century yang banyak melibat kan para petinggi Negra dan Pengusaha Hitam. Bagaimana tidak. KPK berani mengatakan adanya aliran dana ke 45 wanita dari Ahmad Fathanah berdasarkan data PPATK.

Padahal bila dihitung jumlahnya tidak mencapai Rp 6,7 triliun.Sedangkan dalam kasus Century, KPK hingga saat ini enggan mengatakan apa hasil pemeriksaan terhadap bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Budiono sebagai mantan Dirut BI terkait bailout Bank Century.

KPK hanya bisa mengklaim mendapatkan informasi penting dari hasil pemeriksaan Sri Mulyani di Washington DC, Amerika Serikat, akhir April 2013. Patut dicurigai, jangan-jangan KPK ke AS hanya jalan-jalan sebagaiman anggota DPR RI yang sering plesiran ke luar negeri dengan alasan studi banding atau kunjungan kerja, cetus Aminullah Siagian di kantor sekretariat Jalan Ahmad Yani Jakarta Pusat.

(rilis/esbeem)


Populer

×