Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Rabu, 17 April 2013

Al Washliyah Tolak Indonesia Tuan Rumah Miss World


ovied

KONTES ratu sejagad (miss world) yang ide awalnya sponsori dan dipromotori oleh negara-negara Barat. Sekarang perhelatan itu akan menggoncang negeri ini. Sekarang kontes miss world akan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah, ini merupakan agenda misionaris dan manuver negara-negara Barat untuk mengkerdilkan eksistensi mayoritas umat Islam di Indonesia dan Indonesia sebagai negara umat Islam yang terbesar di dunia.

Karena selama ini kontes miss world tidak pernah diterima di negara-negara mayoritas Islam untuk dijadikan sebagai tempat perhelatannya. Jika mereka berhasil mengadakan di Indonesia, ini merupakan simbol dan barometer bagi dunia Barat bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia ternyata menerima kontes ratu sejagad ini. Pendukung kontes ratu kecantikan baik bersekala nasional ataupun internasional yang ada di Indonesia mereka memiliki berbagai macam alasan agar kontes ini dapat diterima dan diadakan di Indonesia. Mereka beralasan diantaranya adalah:

1. Kontes ini akan dapat memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke kancah forum Internasional.
2. Ratu kecantikan dalam forum ini dapat menghasilkan wanita yang percaya diri, dapat mengaktualisasikan pengetahuan dan keintelektualan yang dimiliki di forum-forum nasional dan Internasional.
3. Indonesia sebagai negara yang demokrtis harus terbuka dan tidak dapat mengkungkung kebebasan dan hak orang-orang yang menganggap perhelatan ini sebagai bagian dari hak asasi manusia.
4. Mereka juga beralasan Indonesia bukan negara Islam jadi tidak berhak mengkungkung kebebasan orang lain utuk berkreasi, berekspresi dan mengekang hak-hak orang lain. dll.

DASAR PENOLAKAN ORMAS ISLAM AL WASHLIYAH

Perhelatan ratu segad yang akan diadakan di Indonesia yang tepatnya akan diselenggarakan di kawasan Sentul, Jawa Barat dan Bali tidak terlepas akan membawa nama Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Islam menjunjung tinggi kreasi, hak asasi manusia dan apapun namanya yang lahir dari pemikiran manusia selagi yang dihasilkan itu membawa kebaikan dan kemaslahatan, terhormat, bermartabat bagi dirinya, orang lain maupun umatnya, dengan syarat selagi tidak merendahkan muru’ah ( مُرُوءَة ; Chivalry ; kesopanan/Magnanimity ; keluhuran budi) baik secara Agama, sosial, politik maupun budaya.

Islam mengharamkan konter Miss World karena sarat menghumbar dan mempertontonkan syahwat, tidak bermartabat, tidak terhormat dan merendahkan mur’ah wanita maupun laki-laki. Ayat Alqur’an menyebutkan diantaranya sebagai berikut:

يَعْلَمُ خَآئِنَةَ اْلأَعْيُنِ وَمَاتُخْفِي الصُّدُورُ {سورة مؤمن/ غافر : 19}
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”. (QS. Mukmin/Ghafir [40] : 19)
Yang dimaksud ayat di atas dengan pandangan mata yang khianat adalah pandangan yang dilarang, seperti memandang kepada wanita yang bukan muhrimnya. Sedangkan ayat “Wama Tukhfi As-Shudur; dan apa yang disembunyikan oleh hati ” mengisyaratkan kecendrungan hati manusia akan tenggelam dalam renungan dan pikiran-pikiran yang mengandung syahwat.

Miss World (Ratu kecantikan dunia) dalam kontes kecantikan lebih menekankan kepada kecantikan fisik, menonjolkan, dan memamerkan bentuk tubuh, dengan pakaian yang serba minim, senyum, jalan dan lenggok kelembutan wanita dipertontonkan, kondisi fisik luar dan dalam menjadi penilaian sang juri yang terdiri dari laki-laki maupun wanita. Adapun keintelektualan, bahasa dan pengetahuan hanya sebagai lipstik untuk dapat menunjukkan sosok kesempurnaan.

Mereka bukan memperlombakan kecerdasan, keintelektualan dan pengetahuannya yang menjadi dominan utama. Karena keintelektualan dan pengetahuan mereka berbeda-beda satu sama lain yang sama sekali bukan menjadi patokan dan ukuran untuk meraih kemenangan. Jadi kontes ini murni lebih menekankan kepada kecantikan dan bentuk tubuh yang tidak membawa kepada martabat dan kehormatan bagi wanita itu terlebih bangsanya sendiri.

Jika murni kontes ini hanya menekankan unsur kecantikan dan bentuk tubuh maka forum ini tak ubahnya adalah kontes diskriminasi dikalangan seluruh wanita dunia. Apa ada Miss World menampilkan pesertanya wanita yang berwajah jelek, berbadan tambun dan bentuk tubuh yang pendek atau cacat. Jika alasannya kreasi, keintelektualan, dan ilmu pengetahuan lantas kenapa Miss World tidak menjaring dan menseleksi berbagai kondisi dan bentuk fisik mereka sebagai wanita yang memiliki kreasi, keintelektualan dan pengetahuan yang cemerlang. Dalam Islam mendiskriminasikan peranan sesama wanita hukumnya adalah “Haram”. Padahal bentuk tubuh wanita bukan sebagai penghalang bagi wanita itu untuk tampil percaya diri, mampu memperkenalkan budaya bangsanya di kancah nasional maupun Internasional.

Kemuliaan seseorang dalam Islam bukan dilihat dari fisik, melainkan dilihat dari amal shaleh seperti kreasi, keintelektualan, usaha dan bekerja yang baik dan ketaqwaan (yang tidak keluar dari nilai-nilai syari’at). Sebagaimana Alqur’an menyebutkan:
… نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ {سورة ص [38] : 30 و 44}
“… Sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya),” (QS.Shad [38] : 30 dan 40).

Ayat di atas di dalam “Surat Shad” tersebut Allah SWT menceritakan bahwa sebaik-baik manusia di sisi Tuhan-Nya baik kaya, miskin, susah, senang, cantik, jelek, kuat ataupun lemah mereka adalah yang selalu taat kepada Tuhan-Nya dan mampu beramal di dunia untuk kemaslahatan dirinya maupun  orang lain yang menjunjung martabat dan kehormatannya. Jadi ayat ini bukan melihat bentuk fisik menjadi ukuran dan yang dikonteskan.

Seluruh wanita secara fisik baik jelek, cantik, tambun, pendak ataupun cacat juga memiliki hak asasi yang sama di dunia ini yang tidak dapat dikonteskan dengan ukuran semata-mata hanya bentuk fisik yang disaring melalui wadah kontes ratu kecantikan.

Di dunia Internasional sudah ada kontes Olimpiade berbagai kreasi dan ilmu pengetahuan yang tidak membedakan laki-laki dan wanita dan juga tidak membedakan unsur-unsur fisiknya, murni untuk keintelektualan, pengetahuan dan kecerdasan. Maka hanya wadah dan forum yang tidak mendiskriminasikan yang layak di konteskan di Indonesia ini.

Perhelatan Miss World di Indonesia secara politik, budaya dan agama mencerminkan kerendahan bangsa Indonesia sendiri. Sedikit menjadi renungan kita dalam tatanan politik, budaya dan Agama, bagaimana perlakuan dunia Eropha/Barat terhadap Turki. Turki sampai detik ini tidak diterima masuk menjadi keanggotan negara-negara Eropa (Eropha Union) hanya karena Turki adalah rakyatnya mayoritas beragama Islam, mereka negara-negara Eropha khawatir, jika Turki diterima menjadi Negara kesatuan Eropa, warna Islam akan menjadi dominasi di negara-negara Barat, pernyataan ini terang-terangan dilontarkan oleh kebanyakan politikus Eropa.

Padahal agama bukan penghalang dalam perserikatan atau perkumpulan apalagi agama dianggap sebagai penghalang hak asasi manusia, diskriminasi inilah yang dialami oleh Turki. Lantas kenapa Miss World yang berasal dari ide dan misionaris Barat yang murni bersikap diskriminasi terhadap wanita malah Negara Indonesia menyediakan sebagai tempat perhelatannya. Tanda tanya (?). Wallahua’lam Bissawab

KH. Ovied.R

Sekretaris Dewan Fatwa Al Washliyah Se-Indonesia, Guru Tafsir Alqur’an/Perbandingan  Madzhab Fikih Majelis Ta’lim Jakarta &  Direktur Lembaga Riset Arab dan Timur Tengah [di  Malaysia].Email: dewanfatwa_alwahliyah@yahoo.com Facebook: Buya Ovied


Populer

×