Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Jumat, 5 April 2013

Komnas Anak Pulangkan Anak-anak Di Perbatasan Rokan


logo komnas pa

JAKARTA – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) berhasil memulangkan anak-anak di desa Bonai Kecamatan Darusallam Kabupaten Rokan Hulu, Riau, setelah sempat meninggalkan rumah mereka selama dua bulan, akibat konflik petani lokal desa Bonai dengan perusahaan kelapa sawit, PT Andika Permata Sawit Lestari.

Pemulangan itu merupakan realisasi pertemuan yang digelar di Kantor Bupati Rokan Hulu, Kamis (4/4/2013) kemarin yang dipimpin oleh Asisten II Pemkab Rokan Hulu M Munif yang dihadiri Polres setempat, Dinas Pendidikan dan perwakilan PT Andika.

Hari ini, sekitar 102 anak-anak Usia Sekolah berhasil dipulangkan untuk kembali menampati rumah-rumah mereka. Demikian dikatakan Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait melalui rilis yang diterima redaksi, Jumat (5/4/2013).

“Komnas Anak dengan pengawalan Polres Rokan Hulu akan memulangkan anak-anak ini agar bisa kembali ke kehidupan awalnya dan bisa kembali bersekolah,” ujar Arist.

Namun, mengingat kondisi rumah yang telah ditinggalkan itu, maka butuhkan untuk dibersihkan kembali, maka selama lima hari menuju persiapan untuk kembali, warga desa Bonai akan ditampung di Balai Desa. Untuk konsumsi warga selama itu, telah disediakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hulu.

Bahan makanan yang diterjunkan oleh Dinas Sosial yaitu beras, mie instan, minyak goreng, dan ikan kaleng. Persediaan makanan itu diberikan agar warga bisa tenang dalam proses pemulangan itu.

Namun, warga ternyata masih membutuhkan bantuan dapur umum dan peralatan tidur selama di penampungan itu. Hal ini akan kembali diminta kepada Dinas Sosial demi kepentingan terbaik bagi warga dan masyarakat.

Selain itu, anak-anak di wilayah perbatasan itu juga memperoleh bantuan baju seragam dan alat tulis menulis, pasalnya saat meninggalkan rumah, mereka tidak sempat membawa serta. Bantuan ini diserahkan oleh Darwanto yang mewakili Kepala Dinas yang berhalangan hadir.

Menurut Arist, Dinas Pendidikan memberikan garansi akan memberikan bantuan kepada anak-anak yang akan kembali bersekolah itu, termasuk persoalan pembiayaan sekolah. Bahkan Dinas Pendidikan bersedia menerjunkan tim ke sekolah-sekolah itu agar bisa memberikan pelajaran tambahan, utamanya yang akan mengikuti Ujian Nasional pada akhir Mei mendatang.

“Ini bagus untuk anak-anak itu. Agar mereka bisa tetap melanjutlkan pendidikan mereka. Untuk itu, Komnas Anak menghimbau pihak sekolah untuk membantu maksimal anak-anak ini nantinya,” tandas Arist.

Anak-anak itu pun menyambut gembira dengan kepulangan ini karena mereka memang telah ingin sekolah dan kembali ke rumah mereka yang telah lama ditinggalkan.

“Senang sekali bisa pulang dan bisa kembali bersekolah,” ujar salah satu anak, Lela. (iy/gardo)


Populer

×