Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Kamis, 7 Maret 2013

Wasiat Dewan Fatwa Untuk Kader Al Washliyah


Dewan fatwa

بِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْـمَنِ الرَّحِــــيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعِزَّةِ وَ اْلجَلاَلِ, وَاسِعَ الكِرَامِ عَظِيْمِ الإِفْضَالِ, وَ الصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى سَيْدِنَا محَمَّدٍ المَبْعوْثُ لِتَتْمِيْمَ مَكاَرِمَ الأَخْلاَقِ, المفَضَّلُ عَلَى كاَفَّةِ المَخْلوْقاَت عَلَى الإِطْلاَقِ, وَعَلَى آلِهِ مَصَابِيْحَ السُّنَّةِ اْلأَعْلاَمِ, وَأَصْحَابِهِ البَاذِلِيْنَ أَنْفَسَهُمْ لِتَوْضِيْحَ الشَّرَائِعِ وَ الأَحْكاَمِ, وَعَلَى سَائِرِ الأَئِمَّةِ الْمُجْتَهِدِيْنَ القَائِمِيْنَ بِحِفْظِ نَامُوْسِ الدِّيْنِ . وبـــعد :
قال الله تعالى في كتابه الكريم : وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرُُ مِّنَ اللهِ وَفَتْحُُ قَرِيبُُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ . يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنصَاِرى إِلَى اللهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللهِ فَئَامَنَتْ طَّآئِفَةُُ مِّن بَنِي إِسْرَاءِيلَ وَكَفَرَتْ طَّآئِفَةُُ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ ءَامَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ . (سورة الصف [61] : 14) .

” Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang” . (QS. Ash-Shaff [61] : 13-14)

Meneruskan perjuangan pendiri teras ormas Islam Al Jam’iyatul Washliyah pada 9 Rajab 1349H/30 Nopember 1930M : Hadrat Syekh Al Haj Abdurrahman Syihab, Hadrat Syekh Alhaj Arsyad Thalib Lubis, Almukaram Al Haj Udin Samsuddin dan Mursyid para ulama Al Washliyah diantaranya: Hadhrat Syekh Alhaj Muhammad Yunus, Hadhrat Syekh Alhaj Ja’far Hasan dan Hadhrat Syekh Alhaj Hasan Maksum. Begitu juga kepada seluruh pendiri dan penggerak para syuhada’ Al Washliyah agar kiranya wasiat ini bagi kita sebagai kader dan warga Al Washliyah dapat di jalankan sepanjang waktu dan masa. Karena tinggi rendahnya martabat kita maupun martabat organisasi Al Washliyah ini akan dilihat sanggup atau tidaknya kita sebagai warga atau kader Al Washliyah menjalankan wasiat ini dengan penuh ikhlas, tunduk dan patuh dalam menjadikan organisasi ini sebagai Thariqah untuk meninggikan syari’at Allah Swt (لتكون كلمة الله هي العليا) untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat dan menciptakan peradaban bangsa yang bermartabat. Amin, Ya Rabbal ‘Alamin.

Kami wasiatkan kepada seluruh kader dan warga Al Jam’iyatul Washliyah sebagai berikut :

1. Memiliki dan menanamkan keyakinan yang kuat (صدق اليقين) pada diri kita, bahwa melalui ormas Al Washliyah kita mampu menegakkan syari’at Allah Swt.

2. Senantiasa memperbaharui niat yang baik, benar dan ikhlash (تصحيح النية).

3. Manhaj para kader dan warga Al Washliyah (منهجنا )
التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (التوبة : 112)

“(Mereka itu ialah): Orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji Allah, yang mengembara (untuk menuntut ilmu dan mengembangkan Islam), yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat kebaikan dan yang melarang daripada kejahatan, serta yang menjaga batas-batas hukum Allah dan gembirakanlah orang-orang yang beriman (yang bersifat demikian)”(At-Taubah: 112)

4. Membangun dan memiliki etika akhlak ( حسن الخلاق )

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (الفرقان : 63)

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.(Al Furqan : 63)

Lihat juga nilai-nilai etika akhlak yang terdapat di akhir surah Al Furqan, juga bersamaan dengan ayat-ayat yang berbicara masalah adab dan akhlak yang terdapat disurah-surah Al qur’an yag lainnya.

5. Menjauhkan diri dari sifat dan sikap suka dan gemar mencari-cari, menceritakan, menyebarkan aib dan kekurangan orang lain.

وَيْلُُ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ (سورة الهمزة [104] : 1)

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (yaitu orang yang suka berbuat Ghibah [Alhumazah dan Lumazah] mengorek-ngorek, menceritakan kesalahan, aib, kekurangan orang lain).

6. Mencontoh mengikuti prilaku yang dituntun dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw (حسن الإقتداء بالنبي صلى الله عليه وسلم).

7. Mencintai dan hormat kepada seluruh para ulama terlebih khususnya para ulama Al Washliyah dan menimba ilmu juga mencarinya dengan sungguh-sungguh semata-mata untuk mencari keredhaan Allah Swt.(طلب العلم الموصل إلى الله تعالى وبذله لمن يطلبه)

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من أحب العلماء لم يكتب عليه خطيئة أيام حياته .(ص : 3-4 , فائدة في فضائل العلم , مطلع البدرين ومجمع البحرين , محمد بن إسماعيل داود فطاني)

“Barang siapa yang mencintai para ulama tidak ditulis kesalahannya selama hidupnya”.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عالم ينتفع بعلمه خير من ألف عابد . ( رواه الديلمي عن علي , ص : 96 , مختار الأحاديث النبوية والحكم المحمدية للمرحوم السيد أحمد الهاشمي )

“Orang yang alim [orang yang berilmu ; para ulama] yang ilmunya dapat bermanfaat, itu lebih baik daripada seribu orang ahli ibadah”.

قال الله تعالى : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ (سورة المجادلة [58] : 11)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memeberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

8. Mengutamakan dan mendirikan Shalat Fardhu di Mesjid penuh dengan khusus’, tawadhu’ dan ketenangan. (إقامة الصلاة في المساجد بخشوع وخصوع , وتمسكن وتواضع)

9. Memuliakan seluruh umat Islam (إكرام المسلمين جميعا) apapun kelompok, suku, organisasi dan bangsanya. Menjauhkan sifat-sifat Ta’as-shub (Fanatik) terhadap kelompok dan golongannya.

10. Menunaikan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. Berbuat Ishlah mendamaikan dengan hikmah, dedikasi yang mulia. (الأمر بالمعروف و النهي عن المنكر وإصلاح ذات البين بالحكمة و الموعظة الحسنة)

11. Mengabdikan diri dengan tekad yang kuat dan waktu untuk membangun umat dimanapun kita berada melalui organsasi Al Washliyah apapun jabatan, pekerjaan dan peran kita di masyarakat.

12. Jadikan organisasi Al Washliyah sebagai ladang ibadah (العناية بالعبادة).
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات : 56)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(Q.S. Adz Dzaariyaat; 56) ”

13. Menyempurnakan dan mensucikan hati dengan keikhlasan di dalam beribadah dan membangun organisai Al Washliyah (تمام الإخلاص فى العبادة )

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ. (البينة : 5)

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Q.S. Al Bayyinah: 5) ”
14. Jadikan benteng dan perlindungan diri dengan memperbanyak zikir kepada Allah (كثرة ذكره تعالى)

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ .(البقرة : 152)

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . (الأحزاب : 41)

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. ”

15. Zikir bertujuan untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia ( البعد عن اللاهين عن الذكر )

…. وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا .(الكهف : 28)

“…. dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. ”

16. Senantiasa takut kepada Allah (الخوف الدائم من الله )

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى . فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (النازعات : 40-41)

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).”

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ . (الرحمن : 46)

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.”

17. Bersikap istiqamah dan konsisten terhadap yang hak (الإستقامة و الثبات على الحق )

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ . (فصلت : 30)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. ”

18. Memelihara hati dan seluruh anggota badan dari kemurkaan Allah (حراسة القب و الجوارح عما يغضب الله )

وَذَرُوا ظَاهِرَ الإثْمِ وَبَاطِنَهُ …. . (الأنعام : 120)

“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. ”

19. Senantiasa mencari dan mempelajari ilmu dan mengamalkannya (المداومة على طلب العلم وتطبيقه )

….. قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ ……. (الزمر : 9)

“… Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui (orang yang berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (orang yang tidak berilmu) .. ”

20. Senantiasa bersikap menjaga akhlak yang mulia (التحلى بمكارم الأخلاق )

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ . (القلم : 4)

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

21. Menjauhkan dari hal-hal yang syubhat dan orang-orang yang gemar melakukan hal yang subhat (الترفع عن الشبهات و المشبوهين )

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ . (الجاثية : 21)

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. ”

22. Kontiniyu dan gemar melakukan ibadah (دوام العبادة )

…. تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا ….. (الفتح : 29)

“…… kamu lihat mereka rukuk dan sujud ”

وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ . (الذاريات : 51)

“Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). ”

23. Kontiniyu berniat dan melakukan jihad untuk kemajuan organisai Al Washliyah ( إستمرار الجهاد )

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ . (العنكبوت : 69)

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

…. وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ …. . (التغابن : 11)

“…. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. ”

24. Melakukan amalan-amalan yang shalih, berkreasi, yang baik dan bermanfaat (عمل الصالحات )

…. كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ….. (المؤمنون : 51)

“..makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. ….. ”

25. Menciptakan pemimpin, kader Al Washliyah dalam memperjuangkan dakwah Islam (تربية القادة وخدمة الإسلام و المسلمين )

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ …… (الفتح : 48)

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, ..”

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ . (فاطر : 28)

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun. ”

26. Pondasi Dasar Tujuan Ormas Islam Al Jam’iatul Washliyah ( مبدؤنا )

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . {الأنعام : 162}

“Katakanlah sesungguhnya shalaku, pakaianku, hidupku dan matiku semata-mata kerana Allah, Tuhan semesta alam”

و ختاماً فحتى تتحقق الأهداف المرجوة , لابد من تضافر جهود الجميع على التنفيذ الجمعية الوصلية في كل زمان ومكان ” التلميذ , والمعلم , وولي الأمر و العلماء و الأمة “ , راجين من الله العلي القدير أن نكون قد وفقنا في تحقيق ما نصبو إليه جميعا. سائلينَ الله التوفيق و النجاح و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

Demikian wasiat dari Dewan Fatwa Al Jam’iyatul Washliyah ini dibuat, semoga Allah Swt memberikan maghfirah dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
PENGURUS
DEWAN FATWA AL WASHLIYAH

Ketua Sekretaris

Drs.KH. Ridwan Ibrahim Lubis, Lc KH.Ovied.R


  • Junaedi Husda

    Alhamdulillah Ustadz AStas Tausiyahnya , jika bisa tausiyah untuk para Kader setiap hari di sampekan

  • Muhammad Zain Al-Hudawie

    syukron atas tausiyahnya..

    Alangkah baiknya jika Al-Washliyah
    memiliki Majlis yang dimotori oleh ulama-ulama Al-Washliyah, baik itu
    Majlis pembacaan kitab-kitab fiqih seperti Safinah, Fathul Qorib,
    Minhaj, atau hadits seperti Riyadussolihin, atau kitab tasawwuf seperti
    Ihya’ atau juga kitab-kitab Maulid seperti Simtudduror, Barzanzi,
    Diaullami yang kesemuanya ini akan sangat memberi manfaat buat
    kader-kader dn simpatisan Al-Washliyah..

Populer

×