Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Kamis, 21 Februari 2013

Dewan Fatwa Siap Menjawab Persoalan Kontemporer


yusnar-yusuf

JAKARTA – Dewan Fatwa Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah) akan tampil terdepan menjawab masalah-masalah agama yang timbul di masyarakat. Persoalan-persoalan agama yang kontemporer akan cepat direspon lembaga ini. Janji tersebut disampaikan sekretaris Dewan Fatwa Al Washliyah KH. Mustafa Abdul Azis, Lc. mengenai program yang akan dilakukan lembaga yang dipimpinnya.

“Ke depannya Dewan Fatwa Al Washliyah akan sering melakukan pembahasan-pembahasan mengenai masalah yang terjadi di tengah umat Islam,” katanya. Perlu diketahui selama ini keberadaan lembaga fatwa Al Washliyah kurang dirasakan manfaatnya oleh umat Islam. Diharapkan ke depannya kondisi tersebut tidak terulang kembali.

Menurut KH. Mustafa, pada saat Muktamar  XX Al Washliyah beberapa waktu lalu, Dewan Fatwa telah mengeluarkan fatwa haram bagi para penyuap dan penerima suap dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Penggunaan uang dalam setiap momen Pilkada bukanlah hal yang asing bagi Indonesia. Hampir semua kandidat kepala daerah selalu menyiapkan “gizi” yang banyak agar dirinya dipilih masyarakat.

Fatwa ini, menurut Dewan Fatwa Al Washliyah, dikeluarkan untuk memberikan penjelasan kepada calon kepala daerah dan para pemilih untuk tidak terlibat dalam politik uang. Namun bila para calon tersebut berniat untuk bersedekah atau berhibah maka itu diperbolehkan. “Bila niatnya bersedekah maka boleh-boleh saja. Jadi semua itu tergantung niatnya,” jelas ulama lulusan Kairo, Mesir ini.

Diungkapkannya, saat ini struktur dewan Fatwa Al Washliyah diisi para ulama yang kompeten dan menguasai dalam beberapa bidang ilmu agama. “Ada yang mengusai ilmu tafsir, fiqih, Hadits dan lainnya. Jadi bukan orang yang hanya bisa ceramah atau bisa khutbah saja yang masuk di lembaga ini,” ujat Mustafa.

Hal ini katanya, karena lembaga fatwa nanti akan selalu merujuk kepada Al-Qur’an, Hadits, Ushul Fiqih dan ilmu alat lainnya. Selain itu dalam mengambil sebuah keputusan hukum pasti akan terjadi perdebatan di dalam sidang-sidang dewan fatwa. Sehingga perlu rujukan-rujukan dari kitab-kitab yang benar.

(razvi/es)


Populer

×