Kabar Washliyah

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman
Rabu, 20 Februari 2013

Jelang Pemilu Orang Miskin Disanjung-Sanjung


Pemilu
Foto oleh Averil

JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu), orang miskin di perkotaan atau di desa kerap disanjung-sanjung, terutama oleh orang yang menginginkan dukungan suara. Tapi begitu usai pesta demokrasi, nasib warga miskin tetap juga terabaikan.

Hal itu dikemukakan Ketua Majelis Amal Sosial Pengurus Besar Aljam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) di Jakarta, Minggu (6/1/2013). Menurutnya, elit politik banyak yang berbuat baik kepada orang miskin hanya di saat menjelang pemilu saja, begitu selesai pemilu, semua pura-pura lupa atas nasib rakyat miskin.

“Warga miskin itu kebanyakan dijadikan komoditi politik. Begitu dapat dukungan suara hak pilih, mereka pun kembali terlupakan.” jelas Syamsir.

Pandangan seperti ini, sebenarnya, sangatlah keliru. Jika ada petinggi parpol atau calon gubernur, calon walikota atau calon bupati, yang bertarung dalam pilkada, melakukan hal yang begitu, menurut Syamsir, sangatlah naif dan sesungguhnya perbuatan tidaklah terpuji. “Suara orang miskin hanya dibutuhkan saat pemilu. Begitu selesai, nasib orang miskin tetap begitu-begitu saja.”

Mantan Wakil Sekjen PP Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah) ini mendesak semua pihak agar tidak menjadi keluarga miskin sekadar komoditi politik, tapi harus ada kemauan bersama yang sungguh-sungguh untuk mengangkat dan meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat miskin, di desa atau pun di perkotaan.

“Berdosa hukumnya pimpinan terpilih mengabaikan amanah orang miskin,” ucap Syamsir.


×